BNNP Kepri musnahkan 9.806 butir ekstasi
Elshinta
Kamis, 28 Oktober 2021 - 17:49 WIB |
BNNP Kepri musnahkan 9.806 butir ekstasi
Petugas memusnahkan barang bukti narkotika di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (28/10/2021). ANTARA/Naim

Elshinta.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BNNP Kepri) memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 265,04 gram dan ekstasi sebanyak 9.806 butir dari dua laporan kasus pada Oktober 2021.

Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol. Henry Simanjuntak menyatakan bahwa barang bukti narkoba itu berasal dari dua laporan kasus narkotika dengan dua tersangka peredaran gelap narkoba jaringan sindikat narkotika.

"Kami masih berusaha mengungkap jaringannya," kata Henry Simanjuntak di Batam, Kamis.

Pemusnahan yang menggunakan mesin milik BNNP Kepri itu disaksikan perwakilan kejaksaan, Bea Cukai, BPOM, Bandara Hang Nadim, kuasa hukum, serta menghadirkan kuasa hukum.

Kabid Berantas BNNP Kepri Kombes Pol. Heru Yulianto mengungkapkan dua kasus tersebut. Kasus pertama merupakan hasil kerja sama pihaknya dengan Avsec Bandara Hang Nadim Batam dan Bea Cukai.

Petugas mencurigai seorang penumpang tujuan Lombok karena gerak-geriknya tidak biasa pada hari Ahad (3/10).

"Kami bawa ke RS yang bersangkutan karena diduga sabu-sabu ada di dalam perutnya," kata Heru Yulianto.

Berdasarkan hasil rontgen, diketahui terdapat tiga bungkus plastik berwarna hitam berisi sabu-sabu dengan total berat 300,2 gram.

"Kami masih melakukan penyidikan dengan memeriksa beberapa saksi. Kami harap bisa berkembang ke jaringan lebih besar," katanya.

Kasus kedua terjadi di Tanjung Balai Karimun pada hari Ahad (17/10). Pihaknya menerima informasi dari masyarakat akan terjadi penjualan gelap ekstasi.

Selanjutnya, pihaknya mengintai dan mengamati seseorang yang menggunakan kendaraan roda empat, kemudian melakukan penyergapan.

Saat penyergapan, pelaku sempat melarikan diri. Namun, dengan kesigapan petugas, berhasil menangkapnya.

"Tidak ada perlawanan karena jumlah kami lebih banyak," katanya.

Saat digeledah, ditemukan sebanyak 10.072 butir ekstasi.

"Dengan adanya penangkapan ini, kami melakukan pengembangan penyelidikan orang yang terlibat sindikat peredaran di Karimun dan tempat lain yang diduga ada peredaran ekstasi," katanya.

Dijelaskan pula bahwa kedua pelaku dari dua kasus itu merupakan kurir. Dalam perkara ini, pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut.

Atas perbuatannya kedua tersangka dikenai Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bripka MN penembak rekan sejawatnya hingga tewas masih terima gaji
Jumat, 03 Desember 2021 - 19:47 WIB
Brigadir Polisi Kepala MN, penembak rekan sejawatnya hingga tewas di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Te...
Kejaksaan Tinggi NTT tahan mantan bupati Kupang
Jumat, 03 Desember 2021 - 16:50 WIB
Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur menahan mantan Bupati K...
Kominfo fokuskan sosialisasi pada masyarakat sambil rampungkan RUU PDP
Jumat, 03 Desember 2021 - 14:48 WIB
Tenaga Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Devie Rahmawati menyebutkan Kementerian Kom...
Kejaksaan NTT periksa 30 saksi kasus korupsi aset Pemkab Kupang
Jumat, 03 Desember 2021 - 13:50 WIB
Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur telah melakukan pemerik...
Kompolnas terima 3.701 aduan masyarakat terhadap Polri
Jumat, 03 Desember 2021 - 13:39 WIB
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) selama periode Januari-November 2021 menerima 3.701 aduan mas...
Kejari tahan bendahara desa di Seruyan diduga korupsi Rp1,18 miliar
Jumat, 03 Desember 2021 - 08:30 WIB
Kejaksaan Negeri Seruyan, Kalimantan Tengah menahan bendahara Desa Tumbang Laku, Seruyan Hulu, beri...
Nurul Ghufron jelaskan soal harta kekayaannya yang naik
Jumat, 03 Desember 2021 - 07:01 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menjelaskan mengenai harta kekayaannya ...
Polda Papua Barat: Masyarakat jangan terprovokasi isu pembakaran PT BKI
Jumat, 03 Desember 2021 - 06:01 WIB
Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat mengimbau masyarakat tidak termakan isu provokatif dalam peris...
Polda Jabar bekuk pembobol uang koperasi dan curi identitas
Kamis, 02 Desember 2021 - 21:59 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat (Jabar) membekuk pelaku yang mem...
Tiga kurir sabu di Dumai divonis penjara seumur hidup
Kamis, 02 Desember 2021 - 21:47 WIB
Majelis hakim Pengadilan Negeri Dumai yang diketuai Taufik Abdul Halim Nainggolan, memvonis seumur...
InfodariAnda (IdA)