Selasa, 16 Oktober 2018 | 11:54 WIB

Daftar | Login

MacroAd

/

Cara, Syarat, dan Biaya Mengurus Akta Kelahiran Baru

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mitra Elshinta Feeder    |    Editor : Administrator
courtesy https://www.cermati.com/artikel/cara-syarat-dan-biaya-mengurus-akta-kelahiran-baru
courtesy https://www.cermati.com/artikel/cara-syarat-dan-biaya-mengurus-akta-kelahiran-baru
<p style="text-align: justify;">Demi ketertiban dalam pencatatan data penduduk, jika Anda memiliki anggota keluarga baru, sesegera mungkin untuk mendaftarkan kelahiran anak Anda kepada dinas terkait sesuai dengan amanat Undang-Undang, yaitu selambat-lambatnya 60 hari setelah peristiwa kelahiran (Undang-Undang Nomor 3 Pasal 27 Ayat 1 Tahun 2006). Hal tersebut sangat penting agar Anak anda memperoleh pelayanan publik dari pemerintah maupun non-pemerintah ke depannya. Ketika bayi yang baru lahir dilaporkan guna mendapatkan akta kelahiran, si bayi akan terdaftar dalam catatan sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk kemudian masuk dalam Kartu Keluarga dan mendapatkan Nomor Induk Kependudukan. Secara resmi akta kelahiran merupakan bukti autentik yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.</p> <p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-weight: 400;">Ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi dalam pembuatan akta kelahiran baru. Uraian dibawah ini akan menjelaskan tentang cara mengurus akta kelahiran dan juga solusi yang harus ditempuh ketika anda sudah terlambat lebih dari 60 hari untuk mengurus pembuatan akta kelahiran. Simak ulasannya berikut ini.</span></strong></p> <h2><strong>Syarat Mengurus Akta Kelahiran Baru</strong></h2> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;"><img src="https://d3hhi5knjyj98j.cloudfront.net/f_auto,q_70/luuo7fow8g6ezo0dkuny" alt="Siapkan Semua Berkas yang Diperlukan"></span></p> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">Siapkan Semua Berkas yang Diperlukan via&#xA0;summso.com</span></p> <p style="text-align: center;">&#xA0;</p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Akta kelahiran menjadi syarat utama untuk memperoleh pelayanan masyarakat lainnya. Sebagai generasi penerus, anak-anak memiliki hak-hak tertentu yang harus dipenuhi negara. Salah satunya adalah memiliki identitas diri atau akta kelahiran yang sangat mempengaruhi pengakuan kewarganegaraannya. Pelaporan kelahiran harus memenuhi persyaratan berikut ini. Namun karena adanya kondisi dan wilayah domisili yang berbeda-beda, maka nantinya mungkin juga ada perbedaan persyaratan yang diperlukan. Namun secara umum syarat yang diperlukan seperti berikut ini:</span></p> <ol> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Surat pengantar dari RT atau RW.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Surat Keterangan Kelahiran dari Dokter/Bidan/Rumah Sakit/ tempat melahirkan. Atau juga mungkin bisa saja ketika saat melahirkan berada di pesawat atau kapal laut maka, perlu juga mendapatkan surat keterangan dari Pilot/Nahkoda.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kartu Keluarga asli dan fotokopi bagi penduduk tetap atau SKSKPNP bagi warga non-permanen di tempat domisili tersebut sebanyak 2 lembar.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kartu Identitas Penduduk (KTP) suami-istri asli dan fotokopi sebanyak 2 lembar. Bisa juga kalau diperlukan menggunakan SKDS ataupun Surat Keterangan Pelaporan Tamu.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Fotokopi buku nikah KUA atau Akte Pernikahan dari Catatan Sipil sebanyak 2 lembar.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Fotokopi Akte Kelahiran suami-istri sebanyak 2 lembar.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Fotokopi paspor bagi warga negara asing.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dua orang saksi untuk membuktikan tentang kelahiran di Dinas Pencatatan Sipil berikut fotokopi KTP yang bersangkutan (untuk hal ini mungkin di beberapa daerah, saksi tidak perlu ikut dalam pengurusan cukup menyerahkan fotokopi KTP saja kepada pelapor/orang tua anak).</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Surat keterangan dari kepolisian untuk anak yang tidak diketahui asal-usulnya.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Surat keterangan dari lembaga sosial khusus untuk kelahiran anak penduduk rentan.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Surat Kuasa dengan materai sebesar Rp6.000.</span></li> <li style="text-align: justify;"><strong><strong><span style="font-weight: 400;">Mengisi Formulis Permohonan Pencatatan Kelahiran dengan materai Rp6000.</span></strong></strong></li> </ol> <h4><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Cara Buat e-KTP Tanpa Sesuai Domisili" href="https://www.cermati.com/artikel/cara-buat-e-ktp-tanpa-sesuai-domisili" target="_blank">Cara Buat e-KTP Tanpa Sesuai Domisili</a></strong></h4> <h2><strong>Proses Pembuatan Akta Kelahiran Baru</strong></h2> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;"><img src="https://d3hhi5knjyj98j.cloudfront.net/f_auto,q_70/qwx8iffppgd9umgsjsbm" alt="Prosedur Membuat Akta Kelahiran"></span></p> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">Prosedur Membuat Akta Kelahiran via&#xA0;blogspot.com</span></p> <p style="text-align: center;">&#xA0;</p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kalau dulu kita mengurus akta kelahiran ini di kelurahan, maka untuk sekarang ini, pengurusan dilakukan langsung di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Setelah semua syarat-syarat di atas telah lengkap, maka langkah selanjutnya adalah segera mendaftarkan kelahiran di loket Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Penting juga untuk diketahui mengenai tempat tinggal atau domisili pemohon. Setelah diubahnya Undang-Undang No.23 Tahun 2006 tentang pencatatan kelahiran menjadi Undang-Undang No.24 Tahun 2013, maka tempat kepengurusan akta kelahiran bukan lagi berdasarkan peristiwa namun diganti berdasarkan domisili (sesuai dengan domisili yang tertera pada KTP). Oleh karena itu, sebaiknya anda menanyakan hal tersebut kepada dinas terkait jika anda sedang bertempat tinggal di luar alamat domisili.&#xA0;</span>Setelah anda mendaftarkan diri di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil maka selanjutnya petugas akan melakukan hal-hal berikut ini:</p> <ol style="text-align: justify;"> <li><span style="font-weight: 400;">Meneliti kelengkapan berkas dan memasukkan data-data kelengkapan Anda kedalam database</span></li> <li><span style="font-weight: 400;">Pengecekan data yang selanjutnya ditandatangani oleh Pemeriksa Data</span></li> <li><span style="font-weight: 400;">Penandatanganan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil</span></li> <li><span style="font-weight: 400;">Akta akan di stempel, kemudian Akta Kelahiran siap diserahkan kepada pemohon</span></li> </ol> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Jika semua prosedur diatas berjalan dengan normal, maka Akta Kelahiran biasanya akan jadi hanya dalam 2 hari saja. Itu merupakan waktu paling cepat mengingat berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 menyatakan bahwa penyelesaian pembuatan akta kelahiran adalah selama 30 hari kerja.&#xA0;</span><strong><strong><span style="font-weight: 400;">Sebagai tambahan lagi, sejak 1 Mei 2013 pembuatan akta kelahiran dipermudah dengan tidak lagi memerlukan penetapan pengadilan sebagai persyaratan.</span></strong></strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-weight: 400;">Untuk pembuatan akta baru tidak dipungut biaya sama sekali atau gratis. Terkecuali untuk materai, biaya transport, fotokopi dan lain-lain. Hal tersebut dijamin oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan bahwa pembuatan akta kelahiran baru tidak dipungut biaya.</span></strong></p> <h2><strong>Keterlambatan Pelaporan Kelahiran</strong></h2> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Keterlambatan pelaporan kelahiran atau pembuatan akta kelahiran mungkin saja terjadi. Bahkan tidak jarang ditemui adanya kasus seseorang bertanya tentang pembuatan akta kelahiran setelah dia sudah berumur cukup tua. Lalu bagaimana prosedur pembuatan akta kelahiran jika sudah melewati batas waktu yang ditentukan? Apa saja persyaratan yang diperlukan? Berapa biayanya?</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Jika anda berada pada posisi ini, jangan khawatir kami akan memberikan penjelasannya secara detail. Sebenarnya Anda tetap bisa membuat akta kelahiran, hanya saja prosesnya lebih lama.&#xA0;</span><strong><strong><span style="font-weight: 400;">Pertama yang anda lakukan adalah cukup meminta keputusan tertulis kepada dinas kependudukan dan catatan sipil setempat. Yang pasti, setelah anda mendapatkan keputusan tersebut, proses selanjutnya adalah mengikuti prosedur dan syarat pembuatan akta kelahiran sesuai dengan kebijakan daerah domisili masing-masing.</span></strong></strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong><strong><span style="font-weight: 400;">Keterlambatan dalam mengurus Akta Kelahiran bisa saja dikenakan denda. Dalam praktiknya di lapangan, mengenai besaran denda administratif tentang keterlambatan ini secara khusus diatur dalam Perda masing-masing daerah. Ada beberapa daerah yang menerapkan denda administratif maksimal Rp1.000.000 dan ada juga yang menerapkan bebas denda. Seperti halnya daerah Provinsi DKI Jakarta. Di Daerah Provinsi DKI Jakarta keterlamabatan kepengurusan akta kelahiran tidak dipungut biaya sebagai mana tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2015.</span></strong></strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong><strong><span style="font-weight: 400;">Sebagaimana peraturan denda administratif, <a title="prosedur dan syarat mengurus" href="https://www.cermati.com/artikel/cara-membuat-siup-surat-izin-usaha-perdagangan" target="_blank">prosedur dan syarat mengurus</a>&#xA0;akta kelahiran baru jika terlambat melaporkan maka kembali lagi pada kebijakan masing-masing daerah. Namun prinsipnya hampir sama yaitu mengikuti prosedur dan memenuhi syarat membuat akta kelahiran sebagaimana telah dijelaskan di atas.</span></strong></strong></p> <h4 style="text-align: justify;"><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="e-KTP yang Hilang, Ini Cara dan Syarat Mengurusnya" href="https://www.cermati.com/artikel/e-ktp-yang-hilang-ini-cara-dan-syarat-mengurusnya" target="_blank">e-KTP yang Hilang, Ini Cara dan Syarat Mengurusnya</a></strong></h4> <h2><strong>Akta Kelahiran untuk Anak di Luar Nikah</strong></h2> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;"><img src="https://d3hhi5knjyj98j.cloudfront.net/f_auto,q_70/frexr6crxahyi2hp2ms4" alt="Ketentuan untuk Anak di Luar Nikah"></span></p> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">Ketentuan untuk Anak di Luar Nikah via&#xA0;mumstoday.org</span></p> <p style="text-align: center;">&#xA0;</p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Sering ada pertanyaan juga mengenai cara memperoleh akta kelahiran untuk anak di luar nikah/kawin atau nikah siri. Dalam hal ini, si ibu menginginkan anaknya diakui untuk mendapatkan hak-hak sebagaimana telah dijelaskan di atas dan berniat untuk mengurus akta kelahiran anak tersebut.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Mengingat dan merujuk kepada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 43 Ayat 1 tentang Perkawinan, secara hukum anak yang dilahirkan di luar hubungan perkawinan hanya memiliki hubungan perdata dengan ibunya dan tidak dianggap mempunyai hubungan hukum dengan ayahnya. Ketentuan ini berlaku juga dalam hal anak hasil kawin siri. Meskipun dalam kasus kawin siri, menurut agama Islam hal tersebut merupakan hubungan yang sah dan anak yang dilahirkan juga memiliki status hukum yang jelas, akan tetapi menurut hukum di Indonesia, hal tersebut tidak disahkan karena tidak ada catatan mengenai perkawinan tersebut. Sebagai konsekuensi, anak yang dilahirkan melalui nikah siri status hukumnya sama dengan anak luar kawin/nikah dan di mata hukum hanya mempunyai hubungan hukum dengan ibunya.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dalam proses pengurusan akta kelahiran, ada sedikit perbedaan mengenai <a title="syarat yang diperlukan" href="https://www.cermati.com/artikel/npwp-perusahaan-syarat-dan-cara-membuatnya" target="_blank">syarat yang diperlukan</a>&#xA0;untuk memperoleh akta kelahiran untuk anak di luar nikah atau pun anak dari hubungan nikah siri. Hal tersebut telah diatur dalam Perpres Nomor 25 Tahun 2008 Pasal 52 Ayat 1 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Adapun persyaratannya adalah sebagai berikut:</span></p> <ol style="text-align: justify;"> <li><span style="font-weight: 400;">Surat kelahiran dari Bidan/Dokter/Rumah Sakit/Penolong Kelahiran</span></li> <li><span style="font-weight: 400;">Nama dan Identitas Saksi Kelahiran</span></li> <li><span style="font-weight: 400;">KTP Ibu (hanya ibu, KTP ayah tidak perlu)</span></li> <li><span style="font-weight: 400;">KK Ibu (hanya ibu, KK dari ayah tidak perlu)</span></li> </ol> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Mengenai prosedur pembuatan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, prosesnya sama. Akta Kelahiran yang dikeluarkan nantinya hanya tercantum nama Ibu dan tidak terdapat nama Ayah.</span></p> <h2 style="text-align: justify;">Memiliki Banyak Manfaat</h2> <p style="text-align: justify;"><strong><strong><span style="font-weight: 400;">Selain sebagai wujud pengakuan negara mengenai status individu, status perdata, dan status kewarganegaraan seseorang, akta kelahiran memiliki manfaat yang sangat besar, karena hampir semua urusan akan membutuhkan akta tersebut. Seperti untuk mengajukan kredit ke bank, pembuatan paspor, dan lain sebagainya. Demikian ulasan kami mengenai cara, syarat, dan biaya dalam mengurus Akta Kelahiran baru. Semoga Bermanfaat bagi pembaca.</span></strong></strong></p> <h4 style="text-align: justify;">Baca Juga:&#xA0;<a title="Cara Buat Paspor Online yang Mudah dan Cepat" href="https://www.cermati.com/artikel/cara-buat-paspor-online-yang-mudah-dan-cepat" target="_blank">Cara Buat Paspor Online yang Mudah dan Cepat</a></h4> <cermati data-banner="kkb">&#xA0;</cermati><p>Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di <a href="https://www.cermati.com/artikel/cara-syarat-dan-biaya-mengurus-akta-kelahiran-baru">Cermati.com</a></p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 11:47 WIB

MUI ajak masyarakat cegah kabar `hoax`

Kriminalitas | 16 Oktober 2018 - 11:37 WIB

Polres Singkawang berhasil ringkus dua tersangka Narkotika

Aktual Sepakbola | 16 Oktober 2018 - 11:27 WIB

Putra Mahkota Arab Saudi tertarik akusisi Manchester United

Aktual Dalam Negeri | 16 Oktober 2018 - 11:16 WIB

Gubernur: Realisasi bantuan operasional kesehatan Kaltara masih rendah

Pemasaran | 16 Oktober 2018 - 11:05 WIB

Konsep AIDA Marketing yang wajib diketahui pelaku usaha

Aktual Sepakbola | 16 Oktober 2018 - 10:54 WIB

Timnas bertekad raih kemenangan lawan Hong Kong

<p style="text-align: justify;">Demi ketertiban dalam pencatatan data penduduk, jika Anda memiliki anggota keluarga baru, sesegera mungkin untuk mendaftarkan kelahiran anak Anda kepada dinas terkait sesuai dengan amanat Undang-Undang, yaitu selambat-lambatnya 60 hari setelah peristiwa kelahiran (Undang-Undang Nomor 3 Pasal 27 Ayat 1 Tahun 2006). Hal tersebut sangat penting agar Anak anda memperoleh pelayanan publik dari pemerintah maupun non-pemerintah ke depannya. Ketika bayi yang baru lahir dilaporkan guna mendapatkan akta kelahiran, si bayi akan terdaftar dalam catatan sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk kemudian masuk dalam Kartu Keluarga dan mendapatkan Nomor Induk Kependudukan. Secara resmi akta kelahiran merupakan bukti autentik yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.</p> <p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-weight: 400;">Ada beberapa persyaratan khusus yang harus dipenuhi dalam pembuatan akta kelahiran baru. Uraian dibawah ini akan menjelaskan tentang cara mengurus akta kelahiran dan juga solusi yang harus ditempuh ketika anda sudah terlambat lebih dari 60 hari untuk mengurus pembuatan akta kelahiran. Simak ulasannya berikut ini.</span></strong></p> <h2><strong>Syarat Mengurus Akta Kelahiran Baru</strong></h2> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;"><img src="https://d3hhi5knjyj98j.cloudfront.net/f_auto,q_70/luuo7fow8g6ezo0dkuny" alt="Siapkan Semua Berkas yang Diperlukan"></span></p> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">Siapkan Semua Berkas yang Diperlukan via&#xA0;summso.com</span></p> <p style="text-align: center;">&#xA0;</p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Akta kelahiran menjadi syarat utama untuk memperoleh pelayanan masyarakat lainnya. Sebagai generasi penerus, anak-anak memiliki hak-hak tertentu yang harus dipenuhi negara. Salah satunya adalah memiliki identitas diri atau akta kelahiran yang sangat mempengaruhi pengakuan kewarganegaraannya. Pelaporan kelahiran harus memenuhi persyaratan berikut ini. Namun karena adanya kondisi dan wilayah domisili yang berbeda-beda, maka nantinya mungkin juga ada perbedaan persyaratan yang diperlukan. Namun secara umum syarat yang diperlukan seperti berikut ini:</span></p> <ol> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Surat pengantar dari RT atau RW.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Surat Keterangan Kelahiran dari Dokter/Bidan/Rumah Sakit/ tempat melahirkan. Atau juga mungkin bisa saja ketika saat melahirkan berada di pesawat atau kapal laut maka, perlu juga mendapatkan surat keterangan dari Pilot/Nahkoda.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kartu Keluarga asli dan fotokopi bagi penduduk tetap atau SKSKPNP bagi warga non-permanen di tempat domisili tersebut sebanyak 2 lembar.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kartu Identitas Penduduk (KTP) suami-istri asli dan fotokopi sebanyak 2 lembar. Bisa juga kalau diperlukan menggunakan SKDS ataupun Surat Keterangan Pelaporan Tamu.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Fotokopi buku nikah KUA atau Akte Pernikahan dari Catatan Sipil sebanyak 2 lembar.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Fotokopi Akte Kelahiran suami-istri sebanyak 2 lembar.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Fotokopi paspor bagi warga negara asing.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dua orang saksi untuk membuktikan tentang kelahiran di Dinas Pencatatan Sipil berikut fotokopi KTP yang bersangkutan (untuk hal ini mungkin di beberapa daerah, saksi tidak perlu ikut dalam pengurusan cukup menyerahkan fotokopi KTP saja kepada pelapor/orang tua anak).</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Surat keterangan dari kepolisian untuk anak yang tidak diketahui asal-usulnya.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Surat keterangan dari lembaga sosial khusus untuk kelahiran anak penduduk rentan.</span></li> <li style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Surat Kuasa dengan materai sebesar Rp6.000.</span></li> <li style="text-align: justify;"><strong><strong><span style="font-weight: 400;">Mengisi Formulis Permohonan Pencatatan Kelahiran dengan materai Rp6000.</span></strong></strong></li> </ol> <h4><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="Cara Buat e-KTP Tanpa Sesuai Domisili" href="https://www.cermati.com/artikel/cara-buat-e-ktp-tanpa-sesuai-domisili" target="_blank">Cara Buat e-KTP Tanpa Sesuai Domisili</a></strong></h4> <h2><strong>Proses Pembuatan Akta Kelahiran Baru</strong></h2> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;"><img src="https://d3hhi5knjyj98j.cloudfront.net/f_auto,q_70/qwx8iffppgd9umgsjsbm" alt="Prosedur Membuat Akta Kelahiran"></span></p> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">Prosedur Membuat Akta Kelahiran via&#xA0;blogspot.com</span></p> <p style="text-align: center;">&#xA0;</p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Kalau dulu kita mengurus akta kelahiran ini di kelurahan, maka untuk sekarang ini, pengurusan dilakukan langsung di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Setelah semua syarat-syarat di atas telah lengkap, maka langkah selanjutnya adalah segera mendaftarkan kelahiran di loket Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Penting juga untuk diketahui mengenai tempat tinggal atau domisili pemohon. Setelah diubahnya Undang-Undang No.23 Tahun 2006 tentang pencatatan kelahiran menjadi Undang-Undang No.24 Tahun 2013, maka tempat kepengurusan akta kelahiran bukan lagi berdasarkan peristiwa namun diganti berdasarkan domisili (sesuai dengan domisili yang tertera pada KTP). Oleh karena itu, sebaiknya anda menanyakan hal tersebut kepada dinas terkait jika anda sedang bertempat tinggal di luar alamat domisili.&#xA0;</span>Setelah anda mendaftarkan diri di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil maka selanjutnya petugas akan melakukan hal-hal berikut ini:</p> <ol style="text-align: justify;"> <li><span style="font-weight: 400;">Meneliti kelengkapan berkas dan memasukkan data-data kelengkapan Anda kedalam database</span></li> <li><span style="font-weight: 400;">Pengecekan data yang selanjutnya ditandatangani oleh Pemeriksa Data</span></li> <li><span style="font-weight: 400;">Penandatanganan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil</span></li> <li><span style="font-weight: 400;">Akta akan di stempel, kemudian Akta Kelahiran siap diserahkan kepada pemohon</span></li> </ol> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Jika semua prosedur diatas berjalan dengan normal, maka Akta Kelahiran biasanya akan jadi hanya dalam 2 hari saja. Itu merupakan waktu paling cepat mengingat berdasarkan Undang-Undang No. 23 Tahun 2006 menyatakan bahwa penyelesaian pembuatan akta kelahiran adalah selama 30 hari kerja.&#xA0;</span><strong><strong><span style="font-weight: 400;">Sebagai tambahan lagi, sejak 1 Mei 2013 pembuatan akta kelahiran dipermudah dengan tidak lagi memerlukan penetapan pengadilan sebagai persyaratan.</span></strong></strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong><span style="font-weight: 400;">Untuk pembuatan akta baru tidak dipungut biaya sama sekali atau gratis. Terkecuali untuk materai, biaya transport, fotokopi dan lain-lain. Hal tersebut dijamin oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan bahwa pembuatan akta kelahiran baru tidak dipungut biaya.</span></strong></p> <h2><strong>Keterlambatan Pelaporan Kelahiran</strong></h2> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Keterlambatan pelaporan kelahiran atau pembuatan akta kelahiran mungkin saja terjadi. Bahkan tidak jarang ditemui adanya kasus seseorang bertanya tentang pembuatan akta kelahiran setelah dia sudah berumur cukup tua. Lalu bagaimana prosedur pembuatan akta kelahiran jika sudah melewati batas waktu yang ditentukan? Apa saja persyaratan yang diperlukan? Berapa biayanya?</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Jika anda berada pada posisi ini, jangan khawatir kami akan memberikan penjelasannya secara detail. Sebenarnya Anda tetap bisa membuat akta kelahiran, hanya saja prosesnya lebih lama.&#xA0;</span><strong><strong><span style="font-weight: 400;">Pertama yang anda lakukan adalah cukup meminta keputusan tertulis kepada dinas kependudukan dan catatan sipil setempat. Yang pasti, setelah anda mendapatkan keputusan tersebut, proses selanjutnya adalah mengikuti prosedur dan syarat pembuatan akta kelahiran sesuai dengan kebijakan daerah domisili masing-masing.</span></strong></strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong><strong><span style="font-weight: 400;">Keterlambatan dalam mengurus Akta Kelahiran bisa saja dikenakan denda. Dalam praktiknya di lapangan, mengenai besaran denda administratif tentang keterlambatan ini secara khusus diatur dalam Perda masing-masing daerah. Ada beberapa daerah yang menerapkan denda administratif maksimal Rp1.000.000 dan ada juga yang menerapkan bebas denda. Seperti halnya daerah Provinsi DKI Jakarta. Di Daerah Provinsi DKI Jakarta keterlamabatan kepengurusan akta kelahiran tidak dipungut biaya sebagai mana tertuang dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2015.</span></strong></strong></p> <p style="text-align: justify;"><strong><strong><span style="font-weight: 400;">Sebagaimana peraturan denda administratif, <a title="prosedur dan syarat mengurus" href="https://www.cermati.com/artikel/cara-membuat-siup-surat-izin-usaha-perdagangan" target="_blank">prosedur dan syarat mengurus</a>&#xA0;akta kelahiran baru jika terlambat melaporkan maka kembali lagi pada kebijakan masing-masing daerah. Namun prinsipnya hampir sama yaitu mengikuti prosedur dan memenuhi syarat membuat akta kelahiran sebagaimana telah dijelaskan di atas.</span></strong></strong></p> <h4 style="text-align: justify;"><strong>Baca Juga:&#xA0;<a title="e-KTP yang Hilang, Ini Cara dan Syarat Mengurusnya" href="https://www.cermati.com/artikel/e-ktp-yang-hilang-ini-cara-dan-syarat-mengurusnya" target="_blank">e-KTP yang Hilang, Ini Cara dan Syarat Mengurusnya</a></strong></h4> <h2><strong>Akta Kelahiran untuk Anak di Luar Nikah</strong></h2> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;"><img src="https://d3hhi5knjyj98j.cloudfront.net/f_auto,q_70/frexr6crxahyi2hp2ms4" alt="Ketentuan untuk Anak di Luar Nikah"></span></p> <p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400;">Ketentuan untuk Anak di Luar Nikah via&#xA0;mumstoday.org</span></p> <p style="text-align: center;">&#xA0;</p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Sering ada pertanyaan juga mengenai cara memperoleh akta kelahiran untuk anak di luar nikah/kawin atau nikah siri. Dalam hal ini, si ibu menginginkan anaknya diakui untuk mendapatkan hak-hak sebagaimana telah dijelaskan di atas dan berniat untuk mengurus akta kelahiran anak tersebut.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Mengingat dan merujuk kepada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 43 Ayat 1 tentang Perkawinan, secara hukum anak yang dilahirkan di luar hubungan perkawinan hanya memiliki hubungan perdata dengan ibunya dan tidak dianggap mempunyai hubungan hukum dengan ayahnya. Ketentuan ini berlaku juga dalam hal anak hasil kawin siri. Meskipun dalam kasus kawin siri, menurut agama Islam hal tersebut merupakan hubungan yang sah dan anak yang dilahirkan juga memiliki status hukum yang jelas, akan tetapi menurut hukum di Indonesia, hal tersebut tidak disahkan karena tidak ada catatan mengenai perkawinan tersebut. Sebagai konsekuensi, anak yang dilahirkan melalui nikah siri status hukumnya sama dengan anak luar kawin/nikah dan di mata hukum hanya mempunyai hubungan hukum dengan ibunya.</span></p> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Dalam proses pengurusan akta kelahiran, ada sedikit perbedaan mengenai <a title="syarat yang diperlukan" href="https://www.cermati.com/artikel/npwp-perusahaan-syarat-dan-cara-membuatnya" target="_blank">syarat yang diperlukan</a>&#xA0;untuk memperoleh akta kelahiran untuk anak di luar nikah atau pun anak dari hubungan nikah siri. Hal tersebut telah diatur dalam Perpres Nomor 25 Tahun 2008 Pasal 52 Ayat 1 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. Adapun persyaratannya adalah sebagai berikut:</span></p> <ol style="text-align: justify;"> <li><span style="font-weight: 400;">Surat kelahiran dari Bidan/Dokter/Rumah Sakit/Penolong Kelahiran</span></li> <li><span style="font-weight: 400;">Nama dan Identitas Saksi Kelahiran</span></li> <li><span style="font-weight: 400;">KTP Ibu (hanya ibu, KTP ayah tidak perlu)</span></li> <li><span style="font-weight: 400;">KK Ibu (hanya ibu, KK dari ayah tidak perlu)</span></li> </ol> <p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: 400;">Mengenai prosedur pembuatan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, prosesnya sama. Akta Kelahiran yang dikeluarkan nantinya hanya tercantum nama Ibu dan tidak terdapat nama Ayah.</span></p> <h2 style="text-align: justify;">Memiliki Banyak Manfaat</h2> <p style="text-align: justify;"><strong><strong><span style="font-weight: 400;">Selain sebagai wujud pengakuan negara mengenai status individu, status perdata, dan status kewarganegaraan seseorang, akta kelahiran memiliki manfaat yang sangat besar, karena hampir semua urusan akan membutuhkan akta tersebut. Seperti untuk mengajukan kredit ke bank, pembuatan paspor, dan lain sebagainya. Demikian ulasan kami mengenai cara, syarat, dan biaya dalam mengurus Akta Kelahiran baru. Semoga Bermanfaat bagi pembaca.</span></strong></strong></p> <h4 style="text-align: justify;">Baca Juga:&#xA0;<a title="Cara Buat Paspor Online yang Mudah dan Cepat" href="https://www.cermati.com/artikel/cara-buat-paspor-online-yang-mudah-dan-cepat" target="_blank">Cara Buat Paspor Online yang Mudah dan Cepat</a></h4> <cermati data-banner="kkb">&#xA0;</cermati><p>Artikel disalin secara otomatis, Baca artikel aslinya di <a href="https://www.cermati.com/artikel/cara-syarat-dan-biaya-mengurus-akta-kelahiran-baru">Cermati.com</a></p>

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
saya ingin ganti nma di akte anak saya brsia 5bln
Gimana kalau sy sekarang tinggal di America sy mau bikin akte kelahiran sy, gimana Caranya
Salam.saya suda menika selama 5thn tapi blm pnya akte kelahiran sendri n anak saya suda 2 bagaimna saya mengurus akte2 anak saya supaya bisa memiliki akte kelahiran.klau surat nika ada tapi cata2n sipil belum pnya sya dri dlu mau ngurus tapi jadi permasalhnx sllu ngk bisa krna akte sya blm pdhal wktu masi gadis saya mau buat blngx ngk ap2 nanti klau sda me ika langsung di buat sekalian.tpi knapa suda brtahun2 ngk jadi2 mla mnunggu tampa status.kasihan ank sya mau masuk sekolah ngk pnya akte kelahiran
loading...

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:24 WIB

Polda Sumut kirim tim dokter dan psikologi ke Madina

Senin, 15 Oktober 2018 - 14:23 WIB

Rendra Kresna penuhi panggilan KPK sebagai tersangka

Senin, 15 Oktober 2018 - 12:19 WIB

KPK panggil Bupati Malang Rendra Kresna

Senin, 15 Oktober 2018 - 10:24 WIB

Ma`ruf Amin bantah sedang sakit

Minggu, 14 Oktober 2018 - 11:44 WIB

Dishub Kendari benani kerusakan sejumlah lampu PJU

elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com