Rabu, 23 Mei 2018 | 23:35 WIB

Daftar | Login

puasa puasa
Top header banner

/

Tes sederhana ini tentukan tingkat kekurangan istirahat anda

Senin, 00 0000 - 00:00 WIB    |    Penulis : Mario Vau    |    Editor : Administrator
Ilustrasi insomnia (sumber: Istimewa)
Ilustrasi insomnia (sumber: Istimewa)
<p>Jika anda merasa kurang tidur dari malam sebelumnya adakah cara untuk menentukan seberapa parahnya? Ternyata sebuah sendok dan nampan logam bisa menjadi alat pengukur sederhana untuk itu. </p><p>Keletihan dan kesulitan tidur mempengaruhi begitu banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Penyebabnya beragam: dari stres, kecemasan bahkan pola makan yang kurang baik. Jika seseorang secara terus-menerus kurang tidur kemungkinan akan terjadi sejumlah komplikasi. Seperti dilansir oleh <i>The Daily Mirror</i>, orang yang tidur kurang dari 5 jam setiap malamnya berisiko besar menjadi penderita diabetes pada perkembangannya.&nbsp;</p><p>Sebelum anda berkonsultasi dengan dokter dan mencari solusi-solusi kimiawi untuk kesulitan tidur anda disarankan untuk mencoba minum teh chamomile yang dikenal dapat menenangkan diri peminumnya. Atau alternatif melakukan yoga pada malam hari untuk relaksasi tubuh.&nbsp;</p><p>Selain itu, gunakan cara sederhana berikut yang hanya membutuhkan sebuah sendok dan nampan. Sangat sulit mengukur dengan tepat berapa jam tidur yang diperoleh ketika istirahat, juga untuk membedakan antara tertidur dan kesempatan memperoleh tidur yang benar-benar nyenyak.&nbsp;</p><p>Dr. Michael Mosley menyarankan penderita insomnia untuk melakukan <i>Sleep Onset Latency Test</i>. Tes sederhana ini dikembangkan di University of Chicago oleh Nathaniel Kleitman. Menurut Mosley, tes ini seratus persen akurat berdasarkan ilmu pengetahuan dan cukup akurat.&nbsp;</p><p>Pertama-tama anda harus berbaring di sebuah tempat yang hening dan gelap pada sore hari sambil memegang sebuah sendok yang diletakkan persis di ujung tempat berbaring.&nbsp;</p><p>"Anda kemudian menaruh nampan logam di lantai persis di bawah posisi sendok tersebut. Lalu anda tinggal menutup mata. Pertanyannya: apakah anda tertidur dan berapa lama dibutuhkan sejak anda mulai berbaring?" jelas Dr. Mosley.</p><p>Menurut teori ini, ketika seseorang tertidur, sendok yang digenggam akan terjatuh ke nampan dan mengakibatkan bunyi keras sehingga penderita insomnia tersebut terbangun. Ketika terbangun maka seseorang harus langsung melihat jam untuk menentukan waktu yang terlewat dari berbaring hingga terjaga kembali.&nbsp;</p><p>Jika seseorang tertidur dengan selang waktu lima menit atau kurang dari menutup mata, maka orang tersebut betul-betul kekurangan tidur. Sementara orang yang tertidur dalam waktu sepulih menit mengindikasikan kesulitan istirahat pada waktu malam, dan sejumlah waktu di atas 15 menit menunjukkan waktu tidur yang masih cukup. Nah cukup sederhana kan?&nbsp;</p>
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
elshinta.com
Hukum | 23 Mei 2018 - 21:57 WIB

KPK tetap diperlukan berantas korupsi

Aktual Dalam Negeri | 23 Mei 2018 - 21:24 WIB

DPD: Terorisme bukan kejahatan biasa

Pembangunan | 23 Mei 2018 - 21:12 WIB

Polda DIY berlakukan buka-tutup portal Jalan Daendels

Kesehatan | 23 Mei 2018 - 20:56 WIB

Virus Singapura di Purwakarta belum KLB

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com