Kamis, 16 Agustus 2018 | 11:42 WIB

Daftar | Login

banner kuping banner kuping
Macro Ad

1001 Alasan Bangga Indonesia

Arsitek Indonesia yang memukau La Biennale di Venezia

Sabtu, 02 Juni 2018 - 15:26    |    Penulis : Administrator

 

Elshinta.com - Pameran arsitektur terbesar dunia 16th International Architecture Exhibition of La Biennale di Venezia yang bertajuk FREESPACE baru saja dibuka dari tanggal 25 Mei hingga 25 November 2018. Dalam acara tersebut, Andra Matin, Arsitek asal Indonesia, mendapatkan Special Mentions Award.  

Karya Andra Matin yang diberi nama Elevation, menggambarkan ragam rumah khas nusantara yang secara spesifik memiliki elevasi atau ketinggian tertentu, sebagai buah kearifan lokal masyarakat indonesia dalam menyikapi dan berinteraksi dengan situasi dan tantangan alam sekitarnya.

Dewan juri yang diketuai oleh Sofia Von Eellrichchausen dari Argentina dan beranggotakan Frank Barkow dari Amerika Serikat, Kate Godwin dari Australia, Patricia Patkau dari Kanada serta Piere Paolo Tamburelli dari italia memberikan penghargaan Special sebab karya instalasi arsitekturnya dianggap sensitif sekaligus mampu menghadirkan kerangka dan merefleksikan material, bentuk dan struktur kekayaan vernacular tradisional.

Adapun kabar baik lainnya, Paviliun Indonesia bertema Sunyata yang diprakarsai oleh Badan Ekonomi Kreatif Nasional (Bekraf) hasil karya tim kurator dan desainer dengan ketua Ary Indrajanto dan anggota team David Utama Setiadi, Adwitya Dimas Satria, Ardy Hartono Kurniawan, Jonathan Aditya Gahari serta Johanes Adika Gahari, disebut oleh Metropilis Magazine-sebuah majalah bulanan arsitektur yang berpusat di New York , Amerika Serikat, sebagai 10 Best National Pavillion diantara 65 negara yang hadir dalam acara tersebut.

Berdampingan dengan 100 peserta dari 65 negara, 17 collateral events, dan 1 special project, paviliun Indonesia berdiri di lahan seluar 300 meter persegi bertempat di Arsenale Venezia, Italia.

Kepala bekraf Triawan Munaf yang membuka Paviliun Indonesia menyatakan kehadiran Indonesia dalam ajang ini sangat penting mengingat tingginya arus wisatawan dunia ke Venezia dan juga khusus ke pameran tersebut sehingga nama arsitek indonesia dapat dikenal secara global. 

 

Keterangan Gambar (© Pemilik Gambar)

Triawan Munaf membuka paviliun Indonesia dalam kegiatan Venice Architecture Biennale dengan pemotongan tumpeng oleh Bekraf

 

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan Indonesia merasa terhormat dan bangga karena arsitek Indonesia diundang secara khusus untuk menampilkan karyanya oleh panitia La Biennale dalam arena prestisius tersebut.


Sumber: Bekraf dan GoodnewsfromIndonesia

elshinta.com
elshinta.com
Manajemen | 09 Agustus 2018 - 14:15

Tips sebelum memulai bisnis fotografi

Bencana Alam | 06 Agustus 2018 - 14:24

Bandara Lombok beroperasi 24 jam pasca gempa

Liga Indonesia | 02 Agustus 2018 - 13:54

Persib puncaki klasemen, Mario Gomez merasa puas

Kriminalitas | 23 Juli 2018 - 11:32

Polres Sukabumi buru geng motor buat onar

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com