Wapres optimistis Jateng mampu tuntaskan kemiskinan ekstrem akhir tahun

Wakil Presiden Ma'ruf Amin optimis penanggulangan kemiskinan ekstrem di lima kabupaten di Jawa Tengah segera tercapai di akhir tahun 2021. Apalagi setelah Ma'ruf melihat potensi UMKM di daerah tersebut cukup bagus.

Update: 2021-10-07 14:26 GMT
Sumber foto: Humas Pemprov Jateng/elshinta.com.
Elshinta Peduli

Elshinta.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin optimis penanggulangan kemiskinan ekstrem di lima kabupaten di Jawa Tengah segera tercapai di akhir tahun 2021. Apalagi setelah Ma'ruf melihat potensi UMKM di daerah tersebut cukup bagus.

 Wapres Ma'ruf Amin mengatakan hal itu seusai meninjau sentra vaksinasi dan menggelar rapat tertutup di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (7/10).

 Wapres didampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wagub Taj Yasin Maimoen serta empat orang menteri Kabunet Indonesia Maju.

Di kesempatan itu, Ma'ruf sempat berdialog dengan perwakilan UMKM dari lima kabupaten prioritas. "Saya melihat beberapa produk UMKM, karena UMKM ini merupakan salah satu dari upaya kita untuk menghilangkan kemiskinan," ujar Ma'ruf dalam konferensi pers.

UMKM yang ditengok Ma'ruf dalam kunjungan kerjanya antara lain produk gula semut dari Kabupaten Banyumas yang telah berhasil merambah pasar internasional. Ma'ruf juga sempat berdialog dengan UMKM sarung goyor dari Kabupaten Pemalang.

"Pemerintah juga menggunakan pendekatan yang pertama dalam perlindungan sosial, bansos, yang kedua melalui pemberdayaan yaitu melalui pengembangan UMKM daerah," ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta,  Joko Hendrianto.

Elshinta Peduli

Melihat potensi tersebut, ia optimis bahwa Jawa Tengah akan mencapai target penanggulangan kemiskinan ekstrem di lima kabupaten itu pada akhir tahun 2021 nanti.

"Saya lihat beberapa kabupaten yang hari ini kita jadikan sasaran kemiskinan banyak produk-produknya yang sudah bagus bahkan sudah diekspor dan potensi ini ingin kita terus kembangkan sehingga proses kemiskinan secara menyeluruh segera dapat diatasi," katanya.

Ma'ruf mengatakan, setidaknya ada 212 kabupaten di seluruh Indonesia yang jadi target penanggulangan kemiskinan ekstrem hingga 2024. Percepatan dilakukan mulai tahun ini dengan target sasaran 35 kabupaten di tujuh provinsi.

"Dari pertemuan ini kami harapkan adanya sinkronisasi penanganan baik anggaran dari pusat, provinsi maupun dari kabupaten. Ditambah lagi mungkin dari CSR dari juga filantropi termasuk Baznas, kemudian kita bisa selesaikan lima kabupaten di jawa tengah," tandasnya.

 Pemprov Jateng siap mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem di lima kabupaten dengan strategi graduasi mandiri ekonomi.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebelumnya juga menegaskan siap menjalankan tugas antara lain untuk menyiapkan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar sinkron dengan pusat sehingga bantuan bisa tepat sasaran.

"Saya minta Pemda untuk menghitung dari desil satu di lima kabupaten prioritas itu untuk dipetakan. Setiap nama, alamatnya di mana, kondisi hari ini seperti apa, dan bantuan yang sudah didapat seperrti apa. Kalau kemudian kita mau aksi untuk tiga bulan ke depan, penyelamatan apa yang mesti dilakukan kepada mereka agar terentaskan dengan cepat," kata Ganjar, Selasa (28/9) lalu. 

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News