700 Jamaah Tangsel ikuti manasik terintegrasi, perkuat misi tri sukses haji
Sumber foto: Radio Elshinta/Bhery Hamzah
Sebanyak 700-an jamaah haji dari berbagai kecamatan di Kota Tangerang Selatan mengikuti Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi di Almahmudah Manasik Training Center (AMTC) Lubana Sengkol, Setu, Banten. Kegiatan ini digelar untuk memastikan kesiapan jamaah menjelang keberangkatan ke Tanah Suci.
Acara bimbingan manasik ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tangerang Selatan, H. Rizki Waludin. Kehadiran beliau menandai dimulainya rangkaian penguatan pemahaman rukun dan wajib haji bagi jamaah guna mencapai visi Tri Sukses Haji.
Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 11.00 WIB ini, jamaah menerima materi simulasi pemakaian kain ihram yang benar serta tata cara niat (Niyyatul Ihrām) di titik Miqat. Edukasi ini ditekankan agar jamaah memiliki pemahaman mendalam mengenai larangan ihram guna menghindari pelanggaran syariat selama prosesi ibadah.
Simulasi puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) menjadi fokus utama dalam agenda ini.
Para jamaah mempraktikkan langsung gambaran pelaksanaan doa dan zikir saat wukuf, teknis bermalam di Muzdalifah dan Mina, hingga praktik melontar jumrah sebagai simbol perlawanan terhadap godaan setan.
Rangkaian Tawaf Ifadah dan Sa’i antara bukit Shafa dan Marwah juga diperagakan secara detail. Melalui simulasi ini, jamaah diharapkan memiliki bayangan visual yang jelas mengenai rute dan tata cara mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali sesuai dengan ketentuan syariat.
Petugas PPIH Arab Saudi yang hadir dalam kesempatan ini turut melakukan praktik langsung dalam melayani jamaah. Sinergi antara PPIH Kloter dan petugas lainnya terus dibangun dengan komitmen kuat untuk melayani jamaah haji Indonesia dengan prinsip ikhlas, amanah, serta ramah terhadap lansia, perempuan, dan disabilitas.
Antusiasme jamaah terlihat dari keaktifan mereka saat berdialog dengan pembimbing manasik mengenai situasi dan kondisi lapangan di Arab Saudi kelak. Ke depan, diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus difasilitasi dalam lingkup yang lebih kecil guna memastikan kemandirian jamaah dalam beribadah hingga menjadi haji yang mabrur. (Bhery Hamzah)


