Basarnas Palu kirim personel bantu operasi SAR pesawat jatuh di Maros
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu memberangkatkan 1 tim rescue berjumlah 10 personel untuk membantu operasi SAR kecelakaan pesawat ATR 42-500. (Foto:Basarnas Palu)
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu, Sulawesi Tengah mengirimkan sejumlah personel untuk membantu operasi pencarian dan pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Tim rescue diberangkatkan pada Rabu pukul 19.00 Wita menggunakan dua unit kendaraan operasional menuju Kota Makassar, untuk selanjutnya bergabung dengan tim SAR gabungan di lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Palu Muh Rizal mengatakan pengerahan 10 personel tersebut merupakan bentuk dukungan Basarnas Palu terhadap operasi SAR yang telah memasuki hari kelima, sejak terjadinya kecelakaan pesawat.
“Sesuai arahan Deputi Operasi Basarnas, kami mengerahkan satu tim personel yang memiliki kualifikasi SAR gunung hutan atau jungle rescue dan SAR ketinggian atau high angle rescue technique untuk mendukung tim di lapangan,” ujarnya.
Ia mengemukakan medan pencarian di kawasan Gunung Bulusaraung tergolong ekstrem, sehingga membutuhkan personel dengan kemampuan khusus supaya proses pencarian dan evakuasi dapat berlangsung secara aman serta efektif.
“Kami berharap dukungan ini dapat memaksimalkan operasi SAR sehingga seluruh korban dapat ditemukan dan dievakuasi,” ucapnya.
Basarnas Palu, kata dia, terus melakukan koordinasi dengan Basarnas pusat dan seluruh unsur SAR terkait, guna memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan optimal hingga seluruh korban berhasil dievakuasi.
Perjalanan darat Palu-Makassar membutuhkan waktu kurang lebih 24 jam dan personel yang dikirim ke medan operasi telah melalui tahap seleksi sesuai kualifikasi.
"Kami mengirim personel disesuaikan dengan medan operasi. Kali ini medan operasi gunung hutan, maka setiap personel diberangkatkan telah melalui serangkaian tes, termasuk kesehatan untuk memastikan kebugaran mereka," tutur Rizal.
Sebelumnya tim SAR gabungan telah menemukan dua jenazah korban. Korban pertama ditemukan berjenis kelamin laki-laki pada Minggu (18/1) dan telah teridentifikasi oleh tim di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel atas nama Deden Maulana.
Kemudian, korban kedua perempuan ditemukan Senin (19/1) sudah teridentifikasi bernama Florencia Lolita Wibisono. Tercatat, ada 10 orang yang menumpangi pesawat tersebut saat terjadi kecelakaan di wilayah pegunungan Bulusaraung pada Sabtu (17/1) siang.


