BMKG peringatkan potensi banjir rob di Bintan dan Lingga 1-12 April
Suasana rumah dan dermaga di perairan Pulau Pemping di Batam, Kepri. ANTARA/Amandine Nadja
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi pada 1 hingga 12 April 2026 di sejumlah wilayah pesisir Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Bintan dan Lingga.
Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam Ramlan mengatakan potensi banjir rob terjadi karena fenomena fase bulan purnama pada 2 April 2026 dan berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.
“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, masyarakat pesisir diimbau waspada terhadap potensi banjir pesisir pada periode tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi di Batam, Senin.
Wilayah yang dinilai paling rawan terdampak antara lain pesisir Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, dan Senayang di Kabupaten Lingga.
Sementara di Kabupaten Bintan meliputi pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, dan Bintan Timur.
Ramlan menjelaskan, potensi banjir pesisir ini dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, mulai dari kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas warga di permukiman pesisir, hingga kegiatan tambak garam dan perikanan darat.
“Secara umum, aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir berpotensi terganggu akibat kenaikan muka air laut,” katanya.
BMKG Batam juga menyebut puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan pada rentang waktu tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG Batam telah menyampaikan imbauan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.
“Kami sudah menyampaikan peringatan dini kepada pemerintah daerah dan masyarakat, terutama yang beraktivitas di perairan seperti nelayan dan warga pesisir agar lebih berhati-hati dan waspada,” ujar Ramlan.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi BMKG Batam serta menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi pasang surut air laut.
BMKG Batam berharap peringatan dini ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir di wilayah rawan banjir rob itu.


