BNPB salurkan 1.700 ton logistik untuk korban bencana Sumatera
Petugas BPBD Padang mendistribusikan bantuan perlengkapan untuk hunian sementara bagi korban bencana di Lapangan Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Kamis (22/1/2026). BNPB menyalurkan bantuan perlengkapan kebutuhan masyarakat untuk 117 unit hunian sementara seperti perlengkapan tidur dan mandi serta makanan. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/agr
Penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara sudah mencapai 1.767,07 ton, sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa distribusi logistik tersebut dihimpun selama periode penanganan bencana dari 29 November 2025 hingga 27 Januari 2026.
Bantuan disalurkan melalui berbagai moda transportasi yang meliputi sebanyak 56 sorti pesawat charter BNPB, 68 sorti pesawat Hercules, 55 truk jalur darat, serta tujuh kapal laut.
Selain distribusi langsung ke wilayah terdampak, BNPB juga mengoperasikan dua pos logistik utama yang menjangkau tiga provinsi, yakni Pos Logistik Sumatra Barat dan Pos Logistik Aceh.
Dari Pos Logistik Sumatera Barat, total bantuan yang telah disalurkan mencapai 2.321,18 ton, sedangkan dari Pos Logistik Aceh sebanyak 2.186,2 ton bantuan.
Abdul menambahkan bahwa per 1 Februari 2026 sudah tidak dilakukan distribusi logistik harian di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatra Utara karena proses penyesuaian kebutuhan di lapangan.
Kendati demikian, BNPB memastikan distribusi bantuan akan dilanjutkan secara bertahap dan terukur sesuai perkembangan situasi serta kebutuhan masyarakat terdampak di masing-masing daerah.
BNPB mencatat sebanyak 105.842 jiwa masih mengungsi akibat bencana banjir disertai tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

