BPBD DKI: Pos pantau Angke Hulu berada di level Siaga 1
Ilustrasi -- Warga mengakses laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut untuk melihat potensi genangan dan banjir rob di Jakarta. ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menginformasikan kenaikan status pos pantau Angke Hulu menjadi Bahaya atau Siaga 1, pada Minggu dini hari.
Dikutip dari laman media sosial X BPBD DKI Jakarta (@BPBDJakarta), tinggi muka air pos pantau Angke Hulu pada pukul 01.00 WIB berada pada ketinggian 300 cm dengan status Siaga atau Siaga 2.
Pada pukul 02.00 WIB, tinggi muka air pos pantau Angke Hulu naik menjadi 340 cm, dengan status Bahaya atau siaga 1.
"Antisipasi kurang lebih 3 jam ke depan air akan sampai di Pintu Air Cengkareng Drain. Wilayah yang akan dilalui aliran sungai adalah sebagai berikut Kembangan Selatan, Duri Kosambi, Rawa Buaya, Kembangan Utara, Kedaung Kaliangke, Cengkareng Timur, Kapuk, Kapuk Muara, dan Kamal Muara," tulis BPBD dalam akun resmi X @BPBDJakarta.
Saat ini pos pantau Angke Hulu berstatus siaga 1 dengan cuaca dalam kondisi hujan.
BPBD DKI Jakarta telah melakukan penyebaran informasi melalui media sosial, Disaster Early Warning Systems, serta pemberitahuan kepada camat dan lurah tentang kenaikan status pos pantau Angke Hulu tersebut.
Dalam keadaan darurat, masyarakat diimbau untuk menghubungi call center Jakarta Siaga di nomor 112.
Lokasi pintu air lainnya yakni Pasar Ikan, Pintu Air Karet, dan Pos Sunter Hulu diinformasikan berstatus Siaga atau siaga 2. Sedangkan Manggarai Banjir Kanal Barat (BKB) diinformasikan berstatus Waspada atau Siaga 3.
Adapun pada lokasi pintu air lainnya meliputi Katulampa, Depok, Krukut Hulu, Pesanggrahan, Waduk Pluit, Cipinang Hulu, dan Pulo Gadung diinformasikan berstatus normal atau siaga 4.

