BPBD: Korban abrasi pantai Mataram akan dapat bantuan biaya hidup
Kondisi rumah warga di Kampung Bugis Ampenan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, setelah terdampak abrasi akibat gelombang pasang, akhir Januari 2026. ANTARA/Nirkomala.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, para korban banjir rob akibat gelombang pasang di Kampung Bugis Ampenan, akan mendapatkan bantuan biaya hidup.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akmad Muzaki di Mataram, Selasa, mengatakan, bantuan tersebut akan diberikan oleh Pemerintah Provinsi NTB kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat gelombang pasang yang terjadi akhir Januari 2026.
"Saat ini pemerintah provinsi sedang merumuskan skema bantuan biaya hidup bagi warga yang terdampak," katanya.
Berdasarkan data, kata Muzaki, jumlah warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir rob sebanyak 20 kepala keluarga (KK), dan saat ini mereka masih tinggal di rumah keluarga terdekat.
Pemberian bantuan berupa biaya hidup tersebut, katanya, sebagai komitmen Gubernur NTB Lalu M Iqbal setelah berkunjung langsung ke warga terdampak di Ampenan, dengan memberikan perhatian lebih kepada para korban yang terdampak dan saat ini sedang dicari formulasi yang tepat.
"Apakah bantuan biaya hidup ini akan diberikan selama enam bulan atau satu tahun. Untuk bentuk riil bantuan, kami belum ada kepastian apakah uang tunai atau lainnya," katanya.
Langkah itu merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah provinsi dan Kota Mataram untuk memastikan warga terdampak mendapatkan dukungan yang memadai selama masa pemulihan.
Untuk sementara waktu, warga terdampak masih tinggal di rumah kerabat masing-masing sembari menunggu hunian sementara (Huntara) selesai dibangun oleh Pemerintah Kota Mataram di samping Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bintaro.
Pembangunan huntara sebagai komitmen Pemerintah Kota Mataram memberikan tempat tinggal sementara yang lebih nyaman untuk berkumpul kembali bersama keluarga.
"Jumlah huntara yang dibangun sebanyak 20 unit, sesuai dengan jumlah KK yang terdampak abrasi pantai," katanya.
Ditargetkan, pembangunan huntara bisa rampung akhir Februari 2026, atau maksimal sebelum Idul Fitri 1447 Hijriah.
Selain menyiapkan huntara, tambah Muzaki, korban terdampak abrasi juga sudah mendapatkan bantuan paket sandang dan pangan saat sehari setelah bencana gelombang pasang.
Paket bantuan sandang dan pangan itu didistribusi oleh Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram, antara lain berupa beras, minyak, susu, sarden, mi instan, air mineral, selimut, dan tikar.
"Kami juga membuka dapur umum selama 7 hari, untuk memberikan makanan siap makan bagi korban yang saat ini belum bisa beraktivitas normal," katanya.


