Cak Imin ajak BUMN percepat SDM global lewat program SMK Go Global

Menko Pemberdayaan Masyarakat dorong peran BUMN melalui CSR untuk menyiapkan tenaga kerja siap global, sejalan kebutuhan pasar kerja luar negeri

Update: 2026-04-08 23:18 GMT

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar melepas pekerja migran Indonesia (PMI) ke Jepang di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Jumat (3/4/2026). Foto : Kemenko Bidang Pemberdayaan Masyarakat 

Indomie

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia berdaya saing global melalui program SMK Go Global.

Ajakan tersebut disampaikan saat pelepasan pekerja migran Indonesia (PMI) ke Jepang di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, Jumat (3/4/2026).

“Saya mengajak BUMN-BUMN untuk semakin banyak menyiapkan tenaga kerja yang siap bekerja di luar negeri,” ujar Cak Imin.

Cak Imin menegaskan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan sektor pendidikan menjadi faktor krusial dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Menurutnya, program SMK Go Global dirancang sebagai solusi strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di negara maju, sekaligus membuka akses kerja internasional bagi lulusan vokasi.

“Ini bagian dari transformasi link and match antara pendidikan dengan kebutuhan kerja global. Kita harus membangun ekosistem tenaga kerja berstandar internasional,” tegasnya.

Cak Imin menyoroti peluang besar di negara tujuan seperti Jepang yang menawarkan ekosistem kerja kompetitif, mulai dari jaminan sosial hingga pengembangan kapasitas tenaga kerja.

Namun, ia mengingatkan bahwa kesiapan tenaga kerja Indonesia harus ditingkatkan, tidak hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan bahasa dan adaptasi budaya.

Elshinta Peduli

Peran BUMN dinilai strategis, terutama melalui program tanggung jawab sosial (CSR), untuk mendukung pelatihan, sertifikasi, hingga penguatan kompetensi tenaga kerja. Selain penguatan SDM, pemerintah juga menekankan pentingnya perlindungan bagi pekerja migran Indonesia di luar negeri.

“Kita harus memastikan setiap pekerja migran mendapatkan perlindungan maksimal di negara penempatan,” kata Cak Imin.

Ia juga meminta perwakilan Indonesia di luar negeri lebih aktif dalam membuka peluang kerja.

“Saatnya para duta besar tidak hanya bicara diplomasi, tetapi juga menjadi agen pemasaran tenaga kerja profesional Indonesia,” ujarnya.

Program SMK Go Global yang diinisiasi pemerintah sejak 2025 diharapkan menjadi motor penggerak transformasi pendidikan vokasi di Indonesia.

Program ini mendorong sekolah kejuruan untuk meningkatkan standar kompetensi agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja global.

Cak Imin menegaskan, percepatan implementasi program ini menjadi bagian penting dalam transformasi ekonomi nasional berbasis peningkatan kualitas SDM.

“Kita harus bergerak bersama agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di pasar global,” pungkasnya.

Arie Dwi Prasetyo

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News