Dinkes tegaskan Puskesmas Mataram tetap layani penyakit kronis
Aktivitas di Puskesmas Mataram, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. ANTARA/Nirkomala.
Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, keberadaan Puskesmas Mataram akan dipertahankan menjadi puskesmas yang melayani masyarakat yang ingin melakukan kontrol rutin penyakit kronis dan penanganan penyakit menular.
"Selain itu, untuk pemeriksaan calon pengantin (catin), USG gratis bagi ibu hamil, serta konsultasi gizi dan lingkungan," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Senin.
Karena itulah, meskipun tingkat kunjungan tinggi yakni mencapai 150-200 per hari, Puskesmas Mataram tetap tidak akan difokuskan sebagai fasilitas rawat inap.
"Tujuannya mendorong masyarakat datang ke Puskesmas dalam kondisi sehat untuk melakukan pencegahan, bukan hanya saat sudah sakit," katanya.
Sementara menyinggung tentang rencana relokasi Puskesmas Mataram ke lahan bekas SDN 19 Mataram, Dinas Kesehatan Kota Mataram sedang mempersiapkan pengembangan infrastruktur layanan kesehatan.
Relokasi itu dinilai mendesak karena kondisi bangunan Puskesmas Mataram saat ini sudah terlalu padat dan lahannya tidak memungkinkan untuk dikembangkan lagi. Apalagi dengan Puskesmas Mataram berada di pusat kota dengan jumlah kunjungan pasien sangat tinggi, yakni mencapai 150 hingga 200 pasien per hari.
"Dengan relokasi, kami bisa menambah kebutuhan ruang untuk membuka layanan baru, seperti layanan fisioterapi dan lainnya," katanya.
Selain merencanakan relokasi Puskesmas Mataram, pemerintah kota juga memprioritaskan rehabilitasi dua fasilitas kesehatan lainnya pada awal tahun ini, yaitu Puskesmas Pagasangan dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Monjok.
"Untuk anggaran, kami sudah siapkan Rp3,3 miliar yakni Rp2,2 miliar untuk renovasi Puskesmas Pagesangan dan Rp1,1 miliar untuk Pustu Monjok," katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram H Lalu Alwan Basri sebelumnya mengatakan, pemindahan Puskesmas Mataram sudah dirancang sejak tahun 2023, guna meningkatkan kenyamanan layanan kesehatan masyarakat.
Terkait dengan itu, setelah rencana penggabungan dua SD negeri di Punia yakni SD Negeri 15 dan SD 19, maka gedung SD Negeri 19 akan dialih fungsikan menjadi Puskesmas Mataram.
"Merger dua sekolah itu sudah diselesaikan oleh Dinas Pendidikan dan kedua sekolah itu bisa dimerger. SD 15 sudah kami tambah rombongan belajar dan sarana yang lain agar siswa SD 19 bisa ditampung," katanya.
Ditargetkan, proses pemindahan Puskesmas Mataram bisa direalisasikan tahun 2027, karena tinggal menunggu waktu karena sudah masuk di rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) dan program strategis pemerintah daerah.


