DKI revitalisasi Pasar Gardu Asem dan bangun Pasar Kramat Jaya

Update: 2026-04-06 07:20 GMT

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung beserta jajaran meresmikan groundbreaking di Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.

Indomie

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi mulai melakukan revitalisasi Pasar Gardu Asem dan pembangunan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara, Senin, yang ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking ​​​​​​dua pasar tersebut.

Adapun Pasar Kramat Jaya merupakan pembangunan pasar baru yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Jakarta Utara.

“Di Kramat Jaya ini, 2.600 meter persegi akan dibangun beberapa kios dan mudah-mudahan akan membuka ruang sosial, ekonomi, budaya yang ada di Kramat Jaya,” jelas Pramono dalam sambutannya di Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin.

Dirinya ingin melakukan perbaikan pasar-pasar yang ada di ibu kota. Tak hanya dari segi penataan dan kebersihan, dia juga mendorong agar transaksi jual beli di pasar bisa dilakukan secara digital.

Apabila hal tersebut dilakukan, lanjut Pramono, pasar-pasar di Jakarta bisa menjadi panutan atau role model untuk daerah lainnya.

“Kalau itu bisa dilakukan, saya yakin ini akan menjadi role model. Contoh yang baik bagaimana kerja sama antara pemerintah daerah, BUMD, kemudian masyarakat untuk menata ekonomi pada level paling bawah,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pasar Jaya Agus Himawan menjelaskan kedua pasar tersebut akan dilengkapi dengan fasilitas yang meliputi mushola, toilet umum dan toilet disabilitas, jaringan air PAM, ruang genset, ruang laktasi, area parkir mobil dan motor, hidran, panel surya hingga fasilitas CCTV.

Selain itu, akan ada pula fasilitas tempat pembuangan sampah sementara (TPS). Khusus untuk Pasar Kramat Jaya dilengkapi dengan sarana olahraga.

Elshinta Peduli

Meski fasilitas yang disediakan cukup lengkap, Agus menegaskan bahwa pembangunan pasar ini akan tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal pasar tradisional.

“Pembangunan ini dibiayai dengan menggunakan dana Penyertaan Modal Daerah (PMD). Untuk Pasar Kramat Jaya, sumbernya dari PMD 2016 sebesar Rp10,2 miliar. Kemudian Pasar Gardu Asem, PMD tahun 2017 sebesar Rp10,6 miliar,” ungkap Agus.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News