DPRD Jabar tekankan transparansi seleksi pengelola baru Bandung Zoo
Situasi saat Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) beroperasi di Kota Bandung, Jawa Barat. ANTARA/Rubby Jovan
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat Tedy Rusmawan meminta proses seleksi pengelola baru Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) dilakukan secara transparan dan profesional.
Menurut Tedy, tim seleksi harus diisi oleh pihak yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam pengelolaan satwa, sehingga pengelola yang terpilih benar-benar kompeten.
“Harapannya tim seleksi kredibel, diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan terkait pengelolaan satwa,” ujarnya di Bandung, Senin.
Ia juga mendesak agar nasib karyawan lama yang telah lama mengabdi di Bandung Zoo agar tetap diperhatikan dalam proses pengelolaan baru.
Menurutnya, para pekerja tersebut memiliki pengalaman yang sangat dibutuhkan dan tidak boleh diabaikan.
“Jangan sampai mereka yang sudah mengabdi justru tidak bisa kembali bekerja,” katanya.
Ia menilai pengelolaan kebun binatang membutuhkan kompetensi khusus dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
“Sehingga nanti yang ditunjuk sebagai pengelola Bandung Zoo benar-benar profesional,” katanya.
Selain itu, ia menyampaikan keprihatinan atas kematian dua harimau Benggala bernama Huru dan Hara menjadi kehilangan besar bagi keberlanjutan kebun binatang.
Menurutnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung harus memberikan jaminan kepada publik terkait keselamatan dan kesejahteraan satwa di masa mendatang.
“Karena ini sudah menjadi konsumsi publik, perlu dilakukan upaya-upaya ke depan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.

