Gejolak Timteng, Menhub pastikan stok avtur dan BBM lebaran aman

Update: 2026-03-07 00:40 GMT

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam pertemuan bersama awak media di Jakarta, Juma (6/3/2026) malam. ANTARA/Harianto

Indomie

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi memastikan pasokan avtur dan bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional transportasi selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah tetap aman meski terjadi gejolak geopolitik di Timur Tengah.

Dudy menyatakan cadangan avtur dan BBM nasional masih mencukupi hingga masa Lebaran 1447 Hijriah, sehingga layanan transportasi udara, darat, dan laut dapat tetap berjalan normal selama periode mudik.

"Alhamdulillah, sampai Lebaran masih (aman), karena cadangan avtur kita atau BBM kita masih cukup," kata Menhub dalam pertemuan bersama awak media di Jakarta, Jumat malam.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menanggapi pertanyaan awak media terkait pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenai stok BBM nasional yang disebut mampu bertahan sekitar 21 hari.

Menhub menjelaskan angka 21 hari merupakan kapasitas penyimpanan atau storage yang tersedia saat ini, sehingga jika kapasitasnya lebih besar pemerintah sebenarnya dapat menampung cadangan bahan bakar lebih banyak.

Namun, ia menegaskan angka tersebut bukan berarti cadangan akan habis setelah 21 hari, sebab stok bahan bakar akan terus diisi kembali secara berkala untuk menjaga ketersediaan pasokan.

"Jadi, 21 hari ini dimaknai bukan 21 hari habis, tapi kita harus maintenance bahwa 21 hari itu adalah batas minimum yang harus kita sediakan. Jadi kalau misalnya nanti berkurang, maka Pertamina, ESDM itu akan menambah," jelas Dudy.

Elshinta Peduli

Menurutnya, pemerintah menjaga agar cadangan tetap berada pada batas minimal 21 hari melalui mekanisme pengisian ulang ketika stok berkurang, sehingga ketersediaan BBM nasional tetap stabil.

Ia menambahkan apabila terjadi gangguan pasokan global, pemerintah masih dapat memperoleh sumber minyak dari negara pengekspor lain, sehingga kebutuhan bahan bakar nasional tetap terpenuhi.

"Cara menambah dari mana? kan memang yang di Hormuz itu 20 persen dari secara total global, tapi berarti kan kita masih ada tempat-tempat lain yang bisa mendapatkan BBM tersebut," ucapnya.

Menurutnya, pemerintah terus memantau kondisi pasokan energi untuk memastikan distribusi bahan bakar bagi operasional transportasi tidak terganggu meski terjadi dinamika global yang mempengaruhi rantai pasok energi.

Menhub menegaskan koordinasi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan untuk memastikan pengelolaan cadangan energi berjalan efektif dalam mendukung kelancaran transportasi selama periode Lebaran.

Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis layanan transportasi selama angkutan Lebaran tetap berjalan lancar, karena pasokan avtur dan BBM bagi operasional transportasi nasional masih dalam kondisi aman.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meluruskan informasi yang beredar terkait kemampuan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari, imbas perang Timur Tengah.

Bahlil menjelang rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3) menyatakan kapasitas tersebut bukanlah kondisi darurat, melainkan mencerminkan kemampuan daya tampung (storage) yang selama ini dimiliki Indonesia.

"Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari," katanya.

Menurut Bahlil, standar nasional minimal berada di angka 20–21 hari, sementara maksimalnya sekitar 25 hari. Dalam rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN), rata-rata ketahanan stok BBM nasional tercatat berada di level 22–23 hari.

Ia menjelaskan keterbatasan stok bukan disebabkan ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan pasokan, melainkan karena kapasitas tangki penyimpanan yang belum mencukupi untuk menampung cadangan lebih besar.

“Kalau kita mau tambah, kita simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” ujarnya.

Karena itu, Bahlil meminta agar pemberitaan terkait stok BBM tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News