Kemendag: Bawang putih impor segera masuk, harga ditargetkan turun
Pedagang memilah bawang putih yang dijual di Pasar MAJT, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (7/1/2025). Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat pada Desember 2025 inflasi secara tahunan (year on year) di provinsi tersebut mencapai 2,72 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,98 yaitu lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 periode yang sama yakni di level 1,67 persen karena meningkatkanya harga beberapa komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, ayam ras, beras, bawang merah dan emas perhiasan. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar)
Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan pasokan bawang putih impor akan segera masuk ke pasar domestik sehingga diharapkan mampu menekan harga yang terus meningkat menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan menyebut, pemerintah telah menerbitkan seluruh persetujuan impor (PI) bawang putih untuk para pelaku usaha yang tercatat dalam sistem Indonesia National Single Window (INSW).
"Seharusnya sih minggu-minggu ini sudah mendarat tuh bawang putihnya di Tanjung Priok, di akhir Januari ini atau di awal Februari. Kalau barangnya sudah ada, otomatis itu akan turun, akan sesuai dengan harga acuan," ujar Iqbal di Jakarta, Kamis.
Dia menyampaikan, hasil rapat koordinasi antar kementerian dan lembaga menunjukkan bahwa bawang putih menjadi komoditas yang perlu mendapat antisipasi khusus. Namun, setelah PI diterbitkan, ia menilai persoalan tersebut telah terselesaikan.
"Menurut timeline yang mereka sampaikan kepada kita, akhir Januari atau awal Februari ini bawang putih tersebut sudah mendarat di Tanjung Priok. Jadi nggak ada hal yang perlu dikhawatirkan," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga komoditas bawang putih telah mengalami tren kenaikan harga secara nasional hingga Rp39.810 per kilogram pada minggu keempat Januari 2026.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, rata-rata harga bawang putih pada minggu keempat Januari 2026 telah berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen, yang ditetapkan sebesar Rp38.000 per kilogram.
"Memang sudah ada secara nasional tren kenaikan harga. Harga bawang putih di bulan Desember adalah Rp39.030 per kilogram. Di bulan Januari sampai minggu keempat, harga rata-rata bawang putih saat ini sudah mencapai Rp39.810 per kilogram," kata Amalia di Jakarta, Selasa (27/1).
Dia menjelaskan bahwa kenaikan harga ini telah terjadi sejak Desember 2025. Kenaikan harga tersebut terjadi terutama di wilayah Kabupaten Natuna, Halmahera Selatan, Flores Timur, Rote Ndao, Lombok Tengah dan lainnya.
Kenaikan harga bawang putih terjadi di 57,78 persen wilayah di Indonesia dan berada di 208 kabupaten/kota. Harga tertinggi mencapai Rp100 ribu per kilogram, yang berada di Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Intan Jaya, dan Kabupaten Pegunungan Bintang.


