Kemendukbangga/BKKBN fokus lindungi ibu dan anak di daerah terdampak bencana
Foto : Humas Kemendukbangga)/BKKBN
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat di wilayah terdampak bencana. Melalui langkah cepat dan kolaboratif, Kemendukbangga/BKKBN memusatkan perhatian pada dukungan psikososial serta perlindungan kelompok rentan, khususnya sasaran 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, meminta seluruh jajaran untuk memprioritaskan bantuan bagi kelompok rentan, termasuk lansia, dengan penekanan pada pemulihan kondisi psikologis pascabencana. “Yang penting, apa yang menjadi kewenangan kita dan bisa kita bantu bagi masyarakat terdampak, kita laksanakan,” tegas Menteri Wihaji saat memimpin rapat bersama jajaran di hari pertama kerja tahun 2026 di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Jumat (02/01/2026).
Sebagai respons atas bencana di sejumlah wilayah Sumatera dan Aceh, Kemendukbangga/BKKBN membentuk posko pelayanan dan mengarahkan intervensi sejak fase awal penanganan darurat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar dan perlindungan kelompok rentan dapat tertangani secara efektif.
Di lapangan, berbagai layanan terus diberikan, mulai dari penyaluran bantuan, trauma healing, hingga pelayanan dan sosialisasi keluarga berencana. Layanan tersebut menjangkau balita, anak, remaja, ibu hamil dan menyusui, serta lansia, meski dihadapkan pada keterbatasan akses dan kondisi medan yang menantang.
“Pendampingan dan pelayanan kesehatan terus berlanjut bagi balita, ibu menyusui, ibu hamil, dan lansia di tengah masih adanya bencana susulan,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Dra. Mardalena Wati Yulia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan keluarga selama masa pemulihan pascabencana.
Dengan mengedepankan kerja sama lintas sektor dan kepedulian terhadap kelompok paling rentan, Kemendukbangga/BKKBN terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. “Terima kasih, tetap semangat, fokuskan kinerja untuk terus memberi manfaat untuk masyarakat,” pungkas Menteri Wihaji.
Rizki Rian Saputra

