Kemensos bangun permanen 104 Sekolah Rakyat, target tampung 45 ribu siswa

Update: 2026-01-09 23:34 GMT

Foto : Humas Kemensos

Elshinta Peduli

Kementerian Sosial mulai membangun gedung permanen untuk 104 Sekolah Rakyat pada tahun ini. Langkah ini menjadi bagian kebijakan Presiden Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut pembangunan dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum. Pemerintah menargetkan jumlah Sekolah Rakyat dengan gedung permanen bertambah menjadi 200 titik pada 2027.

“Sudah ada 104 titik Sekolah Rakyat yang gedung permanennya mulai dibangun tahun ini. Tahun 2026 ini ditambah 100 lagi, kira-kira sampai 2027 kalau lancar ada 200 titik,” kata Gus Ipul di kantor Kemensos, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Setiap Sekolah Rakyat dirancang menampung hingga 1.000 siswa. Namun pada tahap awal, pemerintah akan menerima sekitar 300 siswa per sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Jadi kapasitasnya kalau gedung permanen itu sementara alokasinya kira-kira per sekolah bisa menerima siswa sekitar 300 siswa. (Kapasitasnya) SD 100 siswa, SMP 100 siswa dan SMA 100 siswa,” kata Gus Ipul.

Dengan 100 titik sekolah yang mulai berjalan, pemerintah menargetkan penerimaan sekitar 30.000 siswa baru pada 2026. Jumlah ini ditambah sekitar 15.000 siswa yang sudah belajar, sehingga total siswa diperkirakan mencapai 45.000 orang pada tahun ini. Pemerintah juga menargetkan kapasitas meningkat menjadi sekitar 60.000 siswa pada 2027.

Elshinta Peduli

Gus Ipul menjelaskan pembangunan gedung dilakukan bersamaan dengan proses seleksi siswa. “Sambil simultan, ini gedung dibangun sambil proses seleksi dimulai. Untuk Tahun Ajaran 2026-2027,” ujarnya.

Sekolah Rakyat akan dibangun di berbagai provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar seperti Maluku Utara, Maluku, dan daerah kepulauan seperti Anambas.

Ia juga membenarkan rencana Presiden Prabowo meresmikan Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1).

“Insya Allah, mohon doanya aja,” kata Gus Ipul.

Hutomo Budi/Rama

Elshinta Peduli

Similar News