Ketua Umum PRIMA: Indonesia harus berdikari dan berkepribadian di tengah perebutan sumber daya Global

Update: 2026-03-24 10:21 GMT

Elshinta/ Suwiryo

Indomie

Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Agus Jabo Priyono, menegaskan pentingnya Indonesia berdiri sebagai negara yang mandiri dan berkepribadian kuat di tengah dinamika global yang semakin keras, terutama dalam perebutan sumber daya alam.

Menurut Agus Jabo, sejak zaman tribalisme hingga era kapitalisme modern, sumber daya alam kerap menjadi sumber konflik.

Dalam situasi tersebut, kata dia, pihak yang kuat cenderung mencari legitimasi untuk menindas yang lemah demi menguasai sumber daya.

“Dalam banyak kasus, hukum dan demokrasi menjadi tidak lagi dominan. Yang berlaku adalah kekuatan dan kekuasaan. Konflik yang terjadi bukan lagi semata ideologis, tetapi lebih pada upaya mengamankan kepentingan masing-masing negara,” ujar Agus Jabo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (24/03/2026).

Ia menekankan bahwa ketersediaan pangan dan energi merupakan syarat mutlak bagi sebuah negara untuk tetap berdiri kokoh. Oleh karena itu, kedaulatan pangan dan energi harus menjadi prioritas utama.

“Negara akan kuat jika mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya. Industrialisasi dan hilirisasi sumber daya alam yang berdaulat, dengan berlandaskan Pasal 33 UUD 1945, menjadi fondasi utama untuk mencapai hal tersebut,” jelas Agus Jabo.

Lebih lanjut, Agus Jabo menyebut bahwa kesejahteraan rakyat hanya dapat terwujud jika sumber-sumber kehidupan pokok dikelola secara berdaulat dan didistribusikan secara adil dan merata.

Elshinta Peduli

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya akses universal terhadap pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan.

Menurutnya, negara harus memastikan seluruh warga, terutama usia produktif, memiliki pekerjaan, serta memberikan perlindungan kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, penyandang disabilitas, dan penderita penyakit katastropik.

Dalam konteks pemerintahan saat ini, Agus Jabo menyatakan bahwa berbagai program yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat.

“Hilirisasi sumber daya alam, kedaulatan pangan dan energi, program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, koperasi desa, hingga kampung nelayan adalah langkah konkret menuju kemandirian bangsa dan kemakmuran rakyat,” katanya.

Namun demikian, ia menilai upaya tersebut tidak lepas dari tantangan. Agus Jabo menuding adanya kelompok-kelompok tertentu yang selama ini hanya mengejar keuntungan pribadi dan berupaya menghambat program-program kerakyatan pemerintah.

“Ada kelompok yang saya sebut sebagai ‘serakahnomics’, yakni kekuatan imperialis dan oligarki yang ingin terus menguasai sumber daya alam Indonesia serta mengontrol ekonomi politik demi melindungi kepentingan kapitalnya,” tegasnya.

Ia juga menyoroti praktik korupsi yang dinilai masih menjadi penghambat kemajuan bangsa, serta adanya upaya sistematis untuk mendelegitimasi program pemerintah melalui berbagai instrumen, termasuk provokasi dan upaya memecah belah masyarakat.

Menurut Agus Jabo, dalam situasi global yang penuh ketidakpastian saat ini, Indonesia membutuhkan penguatan kesadaran kebangsaan dan persatuan nasional.

“Kesadaran sebagai satu bangsa dengan satu tujuan harus kembali menyala. Persatuan nasional adalah kunci untuk menyelamatkan kepentingan bersama,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali pada jati diri nasional yang berlandaskan Pancasila, serta meninggalkan praktik liberalisme yang dinilai telah merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita harus memastikan tidak ada lagi ruang bagi imperialis, oligarki, dan koruptor di bumi Pancasila,” kata Agus Jabo.

Dengan demikian, ia optimistis cita-cita Proklamasi untuk mewujudkan Indonesia yang kuat, mandiri, adil, makmur, dan berkepribadian dapat segera tercapai. (Suwiryo)

Elshinta Peduli

Similar News