KLH luncurkan Gerakan Bersih Sampah di Lingkungan Sekitar dan Kantor

Update: 2026-02-03 11:40 GMT

Aksi bersih Sungai Cipinang yang dilakukan jajaran KLH di Jakarta, Selasa (3/2/2026). ANTARA/HO-KLH

Elshinta Peduli

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meluncurkan Gerakan Bersih Sampah di Lingkungan Sekitar dan Kantor secara serentak di seluruh Indonesia sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Selasa, Sekretaris Kementerian LH/Sekretaris Utama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Rosa Vivien Ratnawati mengatakan bahwa gerakan itu adalah wujud nyata komitmen pemerintah dalam menerjemahkan arahan Presiden ke dalam langkah konsisten dan berkelanjutan.

"Bapak Presiden memiliki komitmen yang sangat besar terhadap pengurangan sampah, terutama sampah plastik. Arahan beliau jelas, bahwa upaya bersih-bersih harus menjadi gerakan bersama, dilakukan secara rutin, dan dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk kantor-kantor pemerintah," kata Rosa Vivien.

Berdasarkan arahan dalam Rakornas 2026, Presiden Prabowo menekankan pentingnya mobilisasi seluruh elemen negara termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga aparat desa untuk mengerahkan sumber daya manusia dalam menjaga kebersihan lingkungan secara masif setiap pagi.

Sebagai bentuk konsistensi terhadap perubahan budaya kerja, KLH/BPLH kini menetapkan Gerakan Bersih Sampah di Lingkungan Sekitar dan Kantor sebagai agenda wajib yang rencananya akan dilaksanakan tiga kali dalam sepekan.

Melalui Gerakan Bersih Sampah di Lingkungan Sekitar dan Kantor, KLH/BPLH mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian fundamental dari gaya hidup.

Elshinta Peduli

Dengan menghidupkan kembali aktivitas rutin itu, katanya, KLH/BPLH bertujuan membangun disiplin internal sekaligus memberikan contoh langsung kepada masyarakat bahwa pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari keteladanan birokrasi.

Pembersihan yang menyasar ekosistem vital seperti Sungai Cipinang menjadi krusial karena sungai sering kali menjadi titik kumpul sampah plastik sekali pakai yang berdampak buruk pada kualitas lingkungan hidup perkotaan.

"Gerakan ini tidak berhenti di Jakarta dan akan diimplementasikan di wilayah-wilayah lainnya. Ini adalah bentuk komitmen bahwa pengurangan sampah benar-benar harus menjadi perhatian kita bersama dalam kehidupan sehari-hari," kata Rosa Vivien.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Program Bersih Nasional sangat bergantung pada pergeseran paradigma masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.

Perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam menekan volume sampah plastik secara nasional dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

"Mulainya sederhana, pilah dan pilih sampah dari rumah dan kantor yang mana sampah plastik, mana sampah organik. Jika kebiasaan ini dilakukan secara konsisten, dampaknya akan sangat signifikan bagi lingkungan," demikian Rosa Vivien Ratnawati.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News