Lebaran perdana warga Kampung Nelayan Sejahtera tanpa cemas
Setelah bertahun-tahun hidup di wilayah rawan banjir rob, warga Kampung Nelayan Sejahtera di Indramayu merasakan Lebaran yang tenang, aman bersama keluarga
Setelah bertahun-tahun hidup di wilayah rawan banjir rob, warga Kampung Nelayan Sejahtera di Indramayu akhirnya merasakan Lebaran yang tenang, aman, dan lebih layak bersama keluarga. Foto : Kemensos
Suasana Lebaran 2026 di Kampung Nelayan Sejahtera, Desa Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terasa berbeda. Untuk pertama kalinya, warga merayakan Idul Fitri tanpa dihantui kekhawatiran banjir rob yang selama ini menjadi ancaman tahunan.
Angin laut berhembus pelan pada Sabtu (21/3/2026) pagi, diiringi gema takbir dari masjid kampung. Namun bagi Warsana (42), momen Lebaran tahun ini bukan sekadar tradisi, melainkan simbol ketenangan yang selama ini tak pernah ia rasakan.
“Lebaran tahun ini rasanya lebih senang, lebih tenang. Kebersihan di sini terasa sekali, suasananya juga nyaman,” ujarnya.
Sebelumnya, Warsana dan keluarga tinggal di kawasan pesisir yang rawan banjir rob. Sejak 2014, rumahnya di blok Pangpang, Desa Eretan Kulon, kerap terendam air laut.
Sebagai nelayan, Warsana harus melaut sejak dini hari. Namun yang paling membebani pikirannya bukan hasil tangkapan, melainkan kondisi keluarga di rumah.
“Kalau lagi kerja pasti kepikiran rumah banjir, anak istri. Tapi mau gimana, harus tetap jalan cari nafkah,” katanya.
Lingkungan yang tidak sehat juga berdampak pada keluarganya. Anak-anaknya sering mengalami gangguan kesehatan akibat air yang tercemar dan kondisi sanitasi yang buruk.
Puncak kesulitan terjadi pada akhir 2022. Banjir rob besar merendam rumahnya saat sang istri tengah hamil tua. Evakuasi darurat pun dilakukan dengan cara sederhana—menggotong sang istri menggunakan kasur ke rumah orang tua.
“Yang penting keluarga selamat dulu. Rumah bisa dicari, tapi keluarga enggak tergantikan,” kenangnya.
Harapan Baru di Kampung Nelayan Sejahtera
Harapan itu akhirnya datang pada 2025, ketika Warsana dan keluarga direlokasi ke Kampung Nelayan Sejahtera.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Sosial, pemerintah daerah, Baznas, BNPB, serta TNI-Polri untuk menyediakan hunian layak bagi masyarakat pesisir terdampak rob.
Sebanyak 93 rumah tipe 36 dibangun lengkap dengan fasilitas dasar seperti air bersih, sanitasi, listrik, hingga fasilitas sosial seperti masjid, taman, dan sentra UMKM.
“Anak-anak lebih sehat, tempatnya bersih, dan kami jadi lebih tenang,” ujarnya.
Meski kondisi hidup membaik, Warsana tetap bekerja keras. Selain melaut, ia juga menjadi buruh harian di TPI dan ojek barang untuk menambah penghasilan.
“Yang penting halal. Anak-anak bisa sekolah dan kehidupan ke depan lebih baik,” katanya.
Lebaran tahun ini menjadi momen yang sangat berarti bagi Warsana dan keluarga. Tidak lagi sekadar perayaan, tetapi tentang rasa aman, rumah yang layak, dan masa depan yang lebih cerah.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Kementerian Sosial, yang sudah peduli. Hidup kami sekarang jauh lebih layak dan tenang,” ucapnya.
Kini, Lebaran di Kampung Nelayan Sejahtera bukan lagi tentang kekhawatiran akan banjir, melainkan tentang kebahagiaan sederhana bersama keluarga di rumah yang aman.
Hutomo Budi


