Melon Inthanon Jakarta Timur makin diminati pasar

Update: 2026-04-24 10:00 GMT

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengikuti kegiatan panen melon Inthanon di RW 012, Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, Jumat (24/4/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).

Pemerintah Kota Jakarta Timur terus memperkuat pembinaan pertanian perkotaan, terutama pada komoditas melon varietas Inthanon yang kini semakin banyak diminati masyarakat.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, mengatakan bahwa pengembangan pertanian tidak hanya melibatkan pemerintah kota, tetapi juga dukungan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Timur serta para petani berpengalaman yang aktif membina kelompok tani lainnya.

Ia menyebutkan bahwa proses pembinaan telah berjalan secara intensif dan berkelanjutan. Para petani yang lebih berpengalaman diharapkan dapat menularkan pengetahuan mereka kepada kelompok tani pemula di wilayah perkotaan.

Hasil panen melon Inthanon di Jakarta Timur juga langsung dipasarkan oleh kelompok tani, sehingga keuntungan yang diperoleh dapat diputar kembali sebagai modal untuk mengembangkan usaha pertanian secara mandiri.

Menurut Munjirin, tingginya minat pasar terhadap melon Inthanon menjadi indikator positif bagi perkembangan pertanian perkotaan di wilayah tersebut.

Ketua kelompok tani melon Inthanon Jakarta Timur, Amin, mengatakan bahwa permintaan pasar saat ini jauh lebih besar dibandingkan kapasitas produksi yang tersedia.

Ia menambahkan bahwa setiap hasil panen hampir selalu terserap pasar, bahkan sering kali tidak mampu memenuhi seluruh permintaan. Hal ini menunjukkan bahwa peluang budidaya melon sangat menjanjikan.

Untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pemberdayaan masyarakat, kelompok tani juga menjalin kerja sama dengan sektor perbankan melalui program sosial, termasuk dukungan dari Bank Rakyat Indonesia melalui program pemberdayaan masyarakat.

Rencana pengembangan pertanian dilakukan di lahan seluas sekitar 320x15 meter yang akan dimanfaatkan untuk budidaya berbagai tanaman sayuran, dengan target produksi hingga 10 ribu tanaman.

Program ini juga akan melibatkan kelompok masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan janda yang membutuhkan tambahan penghasilan, sehingga hasil panen dapat dibagi secara merata kepada anggota kelompok.

Saat ini, program tersebut masih menunggu proses perizinan sebelum dapat direalisasikan sepenuhnya. Pemerintah berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan produksi pertanian sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi warga Jakarta Timur.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, pertanian perkotaan di Jakarta Timur dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus ekonomi masyarakat.

Tags:    

Similar News