Mengecat atap, montir tewas tersengat listik di Makassar

Update: 2026-01-31 02:40 GMT

Ilustrasi - Jenazah korban. (ANTARA/Dok.Antaranews)

Elshinta Peduli

Seorang pria bernama Djufri usia 43 tahun tewas tersengat listrik saat mengecat atap pada lantai bertingkat di Pondok Hana, Jalan Bung Permai, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat.

"Korban berada di atas atap, diduga menyentuh kabel listrik yang tidak terbungkus dengan baik, lalu tersengat listrik dan langsung terkapar di atas atap pondok," ujar Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf.

Korban diketahui bekerja sebagai montir, usai tersetrum listrik kondisinya kritis. Korban sempat dievakuasi tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, namun ksmudian dinyatakan meninggal.

Atas peristiwa itu, kepolisian masih menyelidiki apakah ada dugaan kelalaian pihak pemilik pondok atau kecerobohan korban tidak memeriksa kondisi area saat melakukan pekerjaan tersebut.

Menurut keterangan Akbar rekannya yang menjadi saksi, korban datang ke pondok untuk menyelesaikan pekerjaan pengecatan. Usai pembagian tugas, korban mengecat bagian atap dan ketika mengecat tidak sengaja menyentuh kabel listrik yang terbuka.

Korban lalu terpental di sekitar atap rumah. Melihat kejadian tersebut, saksi segera menghubungi pemilik pondok bernama Hanna, selanjutnya menghubungi Bhabinkamtibmas Polsek Tamalanrea untuk dilakukan penanganan.

Elshinta Peduli

Kepala Bidang Penyelamatan Damkarmat Makasar Ismail Abdullah menuturkan, evakuasi korban sempat terhambat karena posisinya berada di atap lantai tiga pondok setempat dan kondisi angin cukup kencang.

Untuk posisi korban ketika hendak dievakuasi terlentang di atap. Terlihat ada kabel yang terbuka, sehingga proses evakuasi dilaksanakan hati-hati meski arus listrik telah dimatikan sepenuhnya di pondok itu.

"Alhamdulillah, tim bisa melakukan evakuasi secara maksimal melalui ditandu. Kita ikat korbannya dan segera dibawa ke Rumah Sakit Daya untuk dilakukan pertolongan penyelamatan," ujarnya.

Saat proses evakuasi korban, kata dia, sempat terlihat kondisinya sudah kritis berada di atap. Selanjutnya dibawa ke rumah sakit. Namun takdir berkata lain, dari laporan korban sudah tidak bernyawa.

"Cuaca tadi mendukung, dan proses evakuasi bisa kita laksanakan dengan baik. Sekiranya mungkin cuaca tidak mendukung atau hujan, kita juga takut, karena ini listrik bisa saja anggota kesetrum," katanya lagi.

Tim evakuasi diturunkan, kata Ismail menambahkan, lima orang dibantu dari tim medis puskesmas setempat serta pihak RSUD Daya sudah menyiapkan ambulans. Usai dievakuasi, korban lalu di larikan ke rumah sakit.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News