Mudik Lebaran 2026 terkendali, Idrus Marham apresiasi Kapolri dan Korlantas

Update: 2026-04-02 01:19 GMT
Indomie

Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Publik Partai Golkar, Idrus Marham, mengapresiasi kinerja Kapolri Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran dalam mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2026. Ia menilai pengelolaan lalu lintas tahun ini berjalan efektif, dengan mobilitas masyarakat yang tetap terkendali di tengah lonjakan pergerakan.

“Tentu saya sampaikan apresiasi kepada Kapolri, khususnya Kakorlantas dan seluruh jajaran yang bertugas, atas kerja keras dalam mengawal arus mudik dan balik Lebaran 2026,” ujar Idrus dalam keterangannya Kamis (2/4/2026).

Menurut Idrus, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Kapolri sebagai pengendali utama sistem keamanan nasional, yang mampu mengoordinasikan seluruh jajaran hingga ke tingkat daerah. Ia menyebut, setiap persoalan di lapangan dapat segera dikonsolidasikan dan diselesaikan secara cepat dan tegas.

“Kapolri berhasil menjadi semacam ‘remote control’ dalam sistem keamanan kepolisian. Setiap dinamika di daerah bisa segera dikoordinasikan dan ditangani dengan baik, termasuk ketika muncul persoalan di lapangan,” kata dia.

Ia juga menilai kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026 turut didukung oleh tingginya kesadaran masyarakat serta sinergi seluruh elemen bangsa, termasuk TNI, dalam menjaga ketertiban selama periode Lebaran.

Lebih lanjut, Idrus menyoroti peran strategis Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri dalam memastikan kelancaran arus kendaraan. Berbagai skema rekayasa lalu lintas dinilai efektif mengurai kepadatan, khususnya di jalur utama seperti Tol Trans Jawa dan sejumlah jalur arteri.

Elshinta Peduli

Berdasarkan laporan sejumlah media nasional, volume kendaraan pada mudik 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Data Korlantas Polri mencatat, total pergerakan kendaraan keluar dari wilayah Jabodetabek mencapai lebih dari 7,5 juta unit selama periode mudik. Sementara pada arus balik, jumlah kendaraan yang kembali tercatat sekitar 7,2 juta unit.

Meski terjadi lonjakan, angka kecelakaan justru mengalami penurunan. Data sementara menunjukkan, jumlah kecelakaan lalu lintas selama periode Lebaran 2026 turun sekitar 12 hingga 15 persen dibandingkan tahun 2025. Penurunan ini juga diikuti dengan berkurangnya jumlah korban fatal.

Selain itu, penerapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow, one way nasional, serta sistem ganjil-genap menjadi faktor kunci keberhasilan pengaturan arus kendaraan. Kebijakan tersebut diterapkan secara situasional berdasarkan pemantauan real-time di lapangan.

“Saya melihat Polri mampu melakukan pengaturan lalu lintas secara efektif. Berbagai skema rekayasa lalu lintas terbukti mampu menjaga arus tetap lancar, meskipun terjadi lonjakan pergerakan yang signifikan,” ujar Idrus.

Ia menambahkan, keberhasilan pengamanan mudik tahun ini mencerminkan peningkatan profesionalisme Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya dari aspek lalu lintas tetapi juga dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Idrus berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan pada momentum besar berikutnya. Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan guna memastikan pelayanan publik semakin optimal.

“Keberhasilan ini harus menjadi standar baru. Evaluasi tetap penting agar ke depan pelayanan semakin baik dan masyarakat semakin merasakan kehadiran negara,” kata Idrus.

Dengan pengelolaan yang semakin matang, arus mudik dan balik Lebaran 2026 dinilai menjadi salah satu yang paling terkendali dalam beberapa tahun terakhir, meskipun dihadapkan pada tingginya mobilitas masyarakat.

(Arie Dwi Prasetyo)

Elshinta Peduli

Similar News