Nyoman Cantiasa: Kewaspadaan Nasional adalah “Imunitas Bangsa” hadapi gejolak global

Update: 2026-03-16 10:32 GMT
Indomie

Wakil Kepala BIN periode 2023-2024 Letjen TNI I Nyoman Cantiasa mengingatkan pentingnya memperkuat kewaspadaan nasional di tengah dinamika konflik global yang semakin kompleks, cepat berubah, dan penuh ketidakpastian.

Hal tersebut disampaikan I Nyoman Cantiasa saat memberikan ceramah kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional Angkatan XXVII di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia atau Lemhanas RI, yang digelar di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Gedung Pancagatra, beberapa waktu lalu.

Dalam paparannya, Nyoman menegaskan bahwa kewaspadaan nasional merupakan fondasi penting bagi kesiapan negara dalam menghadapi berbagai potensi ancaman yang berkembang di tingkat global maupun nasional.

“Kewaspadaan nasional menjadi instrumen strategis yang berfungsi sebagai sistem peringatan dini untuk mencegah tekanan eksternal yang berkembang menjadi konflik internal.” kata Nyoman

Menurut Nyoman, kewaspadaan nasional menuntut kualitas kesiapan dan kesiapsiagaan negara untuk mampu melakukan deteksi, antisipasi dini, serta pencegahan terhadap berbagai bentuk ancaman.

Dalam konteks konflik global yang terus berkembang, kewaspadaan nasional bahkan disebut sebagai “imunitas bangsa” untuk menjaga stabilitas nasional.

“Dalam konteks konflik global kewaspadaan nasional bertindak sebagai ‘Imunitas Bangsa’ dengan menjaga kohesi sosial dalam negeri ditengah derivasi berbagai ancaman global.” ujar Nyoman

Lebih lanjut, Nyoman juga menyoroti dinamika geopolitik global yang saat ini memasuki fase volatilitas tinggi. Kondisi tersebut, menurutnya, turut berdampak pada berbagai sektor di Indonesia, termasuk stabilitas ekonomi.

Elshinta Peduli

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, misalnya, berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi global, terutama terkait gangguan pelayaran internasional, rantai pasok, hingga kenaikan harga minyak yang berdampak pada biaya logistik.

Ia menilai kondisi tersebut harus diantisipasi dengan meningkatkan kewaspadaan nasional melalui berbagai pendekatan strategis.

“Ancaman global dan ancaman Nasional akan menjadi tekanan terhadap kondisi bangsa, sehingga naluri kewaspadaan harus dimiliki oleh para peserta Lemhanas melalui Sense of Crisis, Sense of Urgency, Leverage Intelligence, penguatan diplomasi, Filtering Information dan Sinergitas antar instansi.” ujarnya

Dalam kesempatan tersebut, Nyoman juga menyoroti pentingnya posisi Indonesia dalam percaturan geopolitik global. Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan tradisional dalam politik luar negeri.

Ia menilai Indonesia perlu mengambil peran sebagai kekuatan penyeimbang dengan memanfaatkan posisi geografis strategis serta kekuatan sumber daya alam yang dimiliki.

Selain itu, Nyoman juga mencontohkan pengalaman negara lain seperti Sri Lanka yang mengalami keruntuhan ekonomi dan ketidakstabilan politik akibat lemahnya integrasi kewaspadaan nasional.

Di akhir ceramahnya, mantan Danjen Komando Pasukan Khusus atau Kopassus tersebut menawarkan konsep penguatan negara melalui pendekatan DIME, yaitu Diplomasi, Intelijen, Militer, dan Ekonomi, sebagai upaya menata kembali strategi nasional agar Indonesia lebih siap menghadapi dinamika geopolitik global. (Arie Dwi Prasetyo)

Elshinta Peduli

Similar News