Pemerintah berencana bangun kampus Kedokteran dan Teknik gratis

Update: 2026-01-12 11:40 GMT

Foto : Biro Pers Setpres

Elshinta Peduli

Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa Indonesia masih kekurangan ratusan ribu tenaga dokter. Hal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutannya di acara peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi secara serentak di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Untuk itu Pemerintah berencana membangun kampus Kedokteran dan Kampus Teknik dengan biaya gratis.

“Kita kekurangan dokter, kita kekurangan ratusan ribu dokter. Rakyat kita perlu dokter, perlu dokter gigi. Dan saya akan buktikan kepada seluruh rakyat Indonesia, dalam waktu dekat kita akan buka kampus-kampus kedokteran," papar Presiden.

Niat pemerintah dengan membuka kampus-kampus kedokteran dan kampus teknik agar anak-anak Indonesia banyak yang menjadi dokter dan insinyur dengan biaya gratis. Kampus ini ditujukan untuk anak-anak dari kalangan keluarga yang kurang mampu. Mereka menjadi prioritas agar dapat merubah nasib mereka lebih baik lagi.

“Saya ingin anaknya tukang pemulung bisa jadi insinyur, bisa jadi dokter, bisa jadi pengusaha, bisa jadi jenderal, itu cita-cita saya. Saya akan bangga melihat itu. Sekali lagi, kita harus berani. Siapa berani dia menang. Berani berbuat. Sebelum berbuat, berani melihat keadaan yang sebenarnya,” tegasnya.

Presiden dalam acara peresmian 166 Sekolah Rakyat ini juga melihat bagaimana perkembangan siswa yang menuntut ilmu di Sekola Rakyat dapat mengasah kemampuannya di bidang masing-masing seperti bahasa asing, matematika, olahraga dan lainnya. Mereka belajar dengan keras untuk berani menghadapi kesulitan termasuk saat presiden dihadapkan pada permasalahan di pemerintahan.

“Berani melihat kesulitan. Berani menghadapi kesulitan. Jangan lari dari kesulitan.Jangan menutupi kesulitan. Lihat kesulitan, hadapi, atasi. Baru kita bangkit sebagai bangsa,” tambahnya.

Elshinta Peduli

Melihat perkembangan selama 6 bulan sejak tahun ajaran baru menjadikan pemerintah terutama Presiden Prabowo, terharu terkait kedisiplinan dan peningkatan kemampuan yang mereka miliki.

“Sulit saya tahan air mata juga. Sama dengan Mensos, kita terharu kita keluar air mata karena apa? Karena bangga, karena bahagia melihat anak-anak kita. Dan kita tergerak, teringat, kenapa kita teringat? Bayangkan, bayangkan kalau waktu itu kita, saya dan menteri-menteri tidak ambil sikap yang berani,” pungkas Presiden Prabowo

Sri Lestari

Elshinta Peduli

Similar News