Pemkot Banjarmasin keruk Sungai Jafri Zam Zam guna tangani banjir

Update: 2026-02-06 04:30 GMT

Pemkot Banjarmasin menurunkan alat berat untuk melakukan pengerukan sungai Zafri Zam Zam Pulau Insan di Banjarmasin Barat untuk program normalisasi sungai penanganan banjir, Kamis (5/2/2026). ANTARA/Sukarli

Elshinta Peduli

Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), melakukan pengerukan Sungai Jafri Zam Zam, Pulau Insan, dalam program normalisasi sungai untuk mitigasi dan penanganan banjir.

Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Kamis, menyatakan pentingnya dilakukan normalisasi sungai di wilayah Banjarmasin Barat tersebut, karena sudah sangat dangkal dan menyempit hingga mudah meluap saat terjadi air pasang dan intensitas hujan tinggi.

"Pengerukan dan pembersihan sungai ini harus dilakukan secepatnya agar bisa menangani banjir yang mulai sering terjadi di wilayah tersebut," ujarnya.

Yamin mengakui upaya normalisasi Sungsi Jafri Zam Zam memiliki tantangan karena banyaknya rumah warga yang berdiri di bantaran sungai tersebut.

Dia menegaskan penataan kawasan Sungai Zafri Zam Zam maupun juga sungai lainnya perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

"Penataan kawasan sungai harus kita lakukan bersama-sama. Bangunan yang berada di badan sungai dan sempadan perlu ditertibkan melalui sosialisasi yang jelas agar masyarakat memahami tujuan dan manfaatnya," ujar Yamin.

Menurut dia, keberadaan bangunan permanen di alur sungai tidak hanya melanggar tata ruang, tetapi juga menghambat fungsi sungai sebagai sistem drainase alami kota.

"Jika kondisi ini dibiarkan, aliran air akan terus terganggu dan berpotensi menimbulkan banjir. Pemerintah berkewajiban mengembalikan fungsi sungai demi kepentingan masyarakat luas," katanya.

Elshinta Peduli

Yamin menekankan pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas utama dalam proses penataan, agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan gejolak sosial.

Dalam proses pengerukan Sungai Jafri Zam Zam, petugas menemukan sisa-sisa bangunan lama berupa paku bumi yang tertimbun sedimen. Temuan tersebut, menurut Yamin, justru dapat dimanfaatkan kembali.

"Material yang masih layak akan kita gunakan untuk mendukung pembangunan siring di kawasan ini. Selain lebih efisien, langkah ini juga memastikan pengerukan memberi manfaat jangka panjang," ucapnya.

Yamin menekankan pentingnya percepatan pembebasan lahan di sejumlah titik agar pengerukan berjalan efektif dan tidak terhambat.

Dia meminta jajaran terkait segera menyelesaikan proses administrasi sesuai ketentuan. Dengan dukungan teknis Dinas PUPR sebagai kekuatan utama, kata dia, pemerintah melihat peluang besar untuk menata sungai secara terpadu.

Meski demikian tantangan sosial dan kepadatan permukiman di bantaran sungai menjadi perhatian serius, mengingat ancaman banjir akan terus muncul jika penataan tidak dilakukan secara konsisten.

“Ini bukan hanya pekerjaan fisik, tetapi upaya membangun kesadaran bersama bahwa sungai adalah aset kota yang harus dijaga. Jika sungai tertata, lingkungan lebih aman, dan kualitas hidup masyarakat akan meningkat," kata Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News