Pemkot Mataram jamin stok elpiji 3 kg tetap aman
Masih kosong, stok elpiji 3 kilogram di salah satu pengecer di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Minggu (19/4-2026). ANTARA/Nirkomala.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat, memastikan pasokan dan ketersediaan elpiji 3 kilogram di Kota Mataram masih dalam kondisi aman dan tercukupi, karena itu warga diimbau tidak panik.
"Hasil pantauan dan koordinasi kami dengan agen, stok elpiji subsidi 3 kilogram untuk Kota Mataram tercukupi dan aman," kata Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Minggu.
Hal itu ditegaskan guna merespons kekhawatiran masyarakat menyusul isu kelangkaan yang terjadi di beberapa kabupaten tetangga seperti Lombok Timur dan Lombok Tengah.
Ia mengatakan berdasarkan hasil pemantauan intensif di tingkat agen dan pangkalan, stok elpiji 3 kilogram terpantau masih tersedia. Meski di beberapa pangkalan sempat terlihat stok kosong karena tingginya permintaan, pemerintah memastikan distribusi dari agen tetap berjalan lancar.
"Kondisi kita masih aman. Kami sudah membagi tim untuk melakukan pengawasan setiap hari di tingkat pangkalan di setiap kecamatan guna memastikan distribusi tidak terhambat," katanya.
Bahkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, ia mengatakan Disdag Kota Mataram juga sudah melakukan koordinasi bersama jajaran Polresta Mataram.
Karena itu, kata Sri, pemerintah telah memberikan peringatan keras kepada agen dan pangkalan agar tidak melakukan praktik curang.
Apabila ditemukan laporan adanya oknum sopir agen yang menyalurkan elpiji 3 kilogram langsung ke pengecer bukan ke pangkalan resmi, maka akan ditindak tegas sesuai sanksi yang ada karena tindakan mereka dapat yang memicu ketidakstabilan harga.
Dalam upaya pengawasan, Sri meminta partisipasi masyarakat jika menemukan pangkalan yang menjual elpiji 3 kilogram jauh di atas harga normal atau mendistribusikan stok ke luar wilayah Mataram, warga diharapkan segera melapor.
"Kami berkomitmen untuk terus mengawal kuota elpiji subsidi agar tetap sasaran dan mencukupi kebutuhan seluruh warga Kota Mataram," katanya.
Dengan kondisi stok elpiji 3 kilogram di Kota Mataram yang masih aman, pihaknya menyebutkan harga elpiji 3 kilogram sejauh ini masih sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan yaitu Rp18.000 per tabung di tingkat pangkalan.
"Masyarakat kami imbau tidak panik dan tidak melakukan aksi borong elpiji atau panic buying," katanya.
Di sisi lain, Sri menilai, adanya indikasi peningkatan permintaan saat ini diduga berkaitan dengan musim haji, di mana aktivitas rumah tangga masyarakat terutama jamaah calon haji meningkat.
"Tradisi di Kota Mataram dan Pulau Lombok secara umum, sebelum berangkat jamaah calon haji akan mengadakan syukuran dengan mengundang saudara, keluarga, sahabat, dan teman sejawat dalam jumlah besar," katanya.
Karena itu, selain elpiji 3 kilogram, Disdag Kota Mataram juga terus memantau harga bahan pokok (bapok) lainnya untuk mengantisipasi lonjakan harga.
"Untuk harga dan stok kebutuhan pokok sejauh ini masih stabil," katanya.