Pengelola tol Trans Sumatera pastikan layanan optimal bagi pemudik

Update: 2026-03-16 03:00 GMT

Ilustrasi - Jalan tol ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (ANTARA/HO)

Indomie

Pengelola Jalan Tol Trans Sumatera PT Hakaaston (HKA) memastikan pelayanan optimal di sejumlah ruas tol yang dikelolanya untuk mendukung kelancaran dan kenyamanan arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah bagi para pemudik.

PT Hakaaston (HKA), anak usaha PT Hutama Karya (Persero), mengelola layanan operasional pada beberapa ruas utama Jalan Tol Trans Sumatera. Ruas-ruas tersebut meliputi Bakauheni–Terbanggi Besar, Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, Palembang–Indralaya, Pekanbaru–Dumai, dan Medan–Binjai

"Persiapan dilakukan melalui penguatan layanan operasional, pemeliharaan ruas tol, serta penyiagaan personel di berbagai titik strategis. Fokus kesiapan dilakukan pada beberapa ruas tol di Pulau Sumatra yang diproyeksikan mengalami peningkatan volume lalu lintas selama periode mudik Lebaran," kata Direktur Operasi HKA Martin Nababan dalam keterangannya di Bandarlampung, Minggu.

Ia menyebutkan, guna memastikan kesiapan seluruh aspek tersebut, jajaran manajemen HKA juga telah melaksanakan apel siaga mudik di berbagai ruas tol kelolaan.

Kegiatan ini dilakukan untuk meninjau langsung kesiapan personel, armada patroli, hingga peralatan pendukung di lapangan agar seluruh standar pelayanan minimum tetap terjaga selama masa trafik tinggi.

Ia menyampaikan bahwa berbagai langkah kesiapan telah dilakukan sejak jauh hari untuk memastikan kondisi jalan tol dan layanan operasional berada dalam kondisi optimal menjelang arus mudik Lebaran.

Elshinta Peduli

“Persiapan kami mencakup pemeliharaan infrastruktur jalan, penyiagaan personel operasional, serta penguatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Seluruh layanan di ruas yang kami kelola disiagakan selama 24 jam untuk memastikan pengguna jalan memperoleh perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar selama periode mudik dan balik Lebaran,” ujarnya.

Jaringan Jalan Tol Trans Sumatra diprediksi akan mengalami lonjakan trafik yang signifikan pada mudik Lebaran 2026.

Berdasarkan proyeksi PT Hutama Karya (Persero), volume lalu lintas di jaringan Jalan Tol Trans Sumatra selama periode mudik Lebaran 2026 diperkirakan meningkat 47,67 persen dari kondisi normal. Total kendaraan yang melintas di sepanjang jaringan tol tersebut diprediksi mencapai 7,85 juta unit selama masa arus mudik dan balik.

Untuk wilayah Sumatera Bagian Utara, Ruas Medan - Binjai dipastikan berada dalam kondisi prima guna menyambut lonjakan pemudik. Seluruh jalur utama kini telah diposisikan dalam status siap operasi penuh, dengan fokus utama pada pemantauan aspek keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas.

Pengawasan intensif terhadap marka jalan dan kesiapan rambu-rambu terus dilakukan guna menjamin perjalanan masyarakat di kawasan Medan dan sekitarnya tetap lancar.

Tak hanya itu, sebanyak 102 personel layanan jalan tol disiagakan penuh selama 24 jam, mulai dari tim patroli, armada derek, hingga unit reaksi cepat, untuk memberikan pendampingan maksimal bagi setiap pengguna jalan.

Bergeser ke Sumatera Bagian Tengah, jalur strategis Pekanbaru - XIII Koto Kampar dipastikan siap sepenuhnya menyambut arus mudik. Konektivitas Riau menuju Sumatra Barat menjadi perhatian utama, di mana perbaikan fisik pada Ruas Pekanbaru - XIII Koto Kampar kini telah mencapai 100 persen.

Dengan selesainya tahap ini, infrastruktur pendukung siap memfasilitasi lonjakan kendaraan yang melintas antarprovinsi. Untuk mengawal kelancaran lalu lintas, sebanyak 233 personel dikerahkan dalam formasi siaga 24 jam.

Tim tanggap darurat, armada patroli, hingga layanan derek telah disiagakan di titik-titik strategis untuk memberikan respons cepat bagi pengguna jalan yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.

Sementara itu, di gerbang utama Pulau Sumatera, Ruas Bakauheni - Terbanggi Besar (Bakter) bersiap menghadapi lonjakan volume kendaraan dari arah Pelabuhan Bakauheni. Sebagai koridor vital, HKA telah merampungkan pemeliharaan ruas serta memastikan seluruh marka dan rambu keselamatan berfungsi optimal demi keamanan pemudik.

Personel operasional di ruas ini disiagakan dengan standar ekstra, mengingat perannya sebagai titik awal pergerakan masyarakat menuju berbagai wilayah di Sumatera.

Skema manajemen trafik telah disiapkan untuk mencegah penumpukan kendaraan di titik-titik krusial, yang didukung penuh oleh kesiapan seluruh fasilitas jalan tol.

Tak hanya itu, HKA juga memaksimalkan fungsi Rest Area KM 20B, 33B, 49B, 67B, dan 87B sebagai area penyangga (buffer zone) guna mengantisipasi kepadatan arus dan menjaga ritme lalu lintas tetap stabil menuju gerbang keluar.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News