Polisi selidiki penipu jual mobil catut nama Kapolres Gowa
Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman. ANTARA/Darwin Fatir.
Penyidik kepolisian sedang menyelidiki akun media sosial yang digunakan pihak tak bertanggungjawab dengan mencatut nama Kapolres Gowa AKBP Muhammad Aldy Sulaiman terlihat menjual mobil sitaan untuk dilelang dengan harga murah kepada calon korbannya di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
"Saya juga menerima informasi adanya pihak mencatut nama saya untuk melakukan penipuan. Saya pastikan itu penipu. Saya tidak pernah menawarkan mobil lelang kepada siapa pun," ujar Kapolres Aldy saat dikonfirmasi wartawan, Kamis.
Kasus dugaan penipuan ini terkuak setelah sejumlah orang menerima tawaran penjualan mobil tersebut langsung dari medsos aplikasi WhatsApp (WA) Kapolres menggunakan wajahnya. Belakangan setelah dikroscek ternyata penipu.
Kapolres mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengatasnamakan pejabat, terutama jika berkaitan dengan transaksi mencurigakan yang dapat merugikan.
"Apabila ada masyarakat yang menjadi korban segera laporkan ke Polres Gowa. Saat ini tim sedang melakukan penyelidikan terhadap akun tersebut," paparnya menegaskan.
Salah seorang calon korbannya Hendra Mappasomba mengungkapkan, penipu ini sempat mengirimkan chat ke aplikasi WA-nya lalu menghubunginya mengaku sebagai Kapolres Gowa dengan maksud menawarkan sebuah unit mobil berdalih hasil sitaan kasus narkoba.
Pelaku ini bahkan mengirimkan foto kendaraan jenis Toyota Reborn 2.4 tipe G tahun 2021 diesel automatic ditawarkan seharga Rp180 juta lengkap dengan dokumen pendukung.
"Saya ditelepon, dia mengaku Kapolres Gowa. Foto profilnya juga sama, dan namanya di WhatsApp Muhammad Aldy Sulaiman. Mobil itu katanya jatah mobil untuk dilelang negara, makanya ditawarkan ke saya," tutur Hendra.
Merasa curiga ada sesuatu yang ganjil, ia langsung mengkonfirmasi ke Polres Gowa perihal tawaran tersebut. Dari hasil pengecekan nomor telepon ternyata bukan milik Kapolres, sehingga kuat dugaan itu modus penipuan.


