Polri siapkan langkah antisipasi bangkitan arus lalin pada Minggu sore
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol. Agus Suryonugroho (kedua kanan) memberikan keterangan pers di Command Center KM 29, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (15/3/2026). (ANTARA/Nadia Putri Rahmani)
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyiapkan langkah guna mengantisipasi prediksi terjadinya bangkitan arus lalu lintas (lalin) pemudik pada Minggu sore atau pada hari ketiga Operasi Ketupat 2026.
"Kami menunggu kemungkinan setelah buka puasa, ada bangkitan arus. Namun demikian, persiapan daripada skenario manajemen rekayasa lalu lintas sudah siap," kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Command Center KM 29, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu.
Ia menyebut apabila terjadi kepadatan, maka akan diterapkan contraflow dan one way. Namun, ia menegaskan bahwa pemberian diskresi tersebut menunggu kondisi terbaru di lapangan.
"Karena kami bekerja bukan prediksi, tetapi traffic counting pada saat itu. Secara update akan kami monitor, baik dari CCTV, baik dari radar, termasuk hampir setiap tiga jam kami terbangkan ETLE drone untuk memantau kondisi real time," ucapnya.
Lebih lanjut, jenderal polisi bintang dua itu menjelaskan mengenai penentuan pelaksanaan contraflow.
Untuk menentukan dilaksanakannya contraflow atau tidak, Korlantas akan melihat data dari radar di tol KM 47 yang menghitung jumlah kendaraan yang melintas.
"Apabila satu jam berturut-turut itu 5.500 (kendaraan), otomatis nanti kami akan lapor Bapak Kapolri, akan dilakukan rekayasa lalu lintas contraflow lajur satu. Artinya, tingkat kepadatannya dan tingkat perlambatannya sudah bisa dimonitor," katanya.
Selanjutnya, apabila jumlah kendaraan selama satu jam berikutnya naik menjadi 6.400 kendaraan, maka akan dilaksanakan contraflow lajur dua.
Selain itu, lanjut dia, Korlantas juga menerbangkan ETLE drone untuk memantau kondisi jalan tol KM 47 sampai dengan KM 70.
Apabila terpantau terdapat kepadatan dan perlambatan, maka akan dilaporkan kepada pimpinan dan memberlakukan one way sepenggal tahap pertama di lokasi one way nasional.
"Kenapa (lokasi) one way nasional? One way nasional itu dari KM 70 sampai 414 Jawa Tengah. KM 414 ke atas, ke arah Surabaya, itu nanti ada one way lokal yang akan ditentukan oleh Bapak Kapolda atau Dirlantas di Jawa Tengah," ucapnya.


