Presiden ajak siswa Sekolah Rakyat bangga kepada orang tuanya

Update: 2026-01-12 08:51 GMT

Presiden mengatakan siswa Sekolah Rakyat harus bangga kepada orang tua karena sudah bekerja keras dan menghasilkan uang yang halal, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026) Foto : Biro Pers Setpres

Elshinta Peduli

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pelajar Sekolah Rakyat untuk tidak berkecil hati menjadi bagian dari keluarga yang kurang mampu dan harus bangga dengan orang tua. Hal ini disampaikan presiden saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi secara serentak di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

“Saudara-saudara anak-anak sekolah rakyat, murid-murid, anak-anakku. Jangan kau kecil hati, jangan kau malu orang tuamu hanya buruh atau hanya petani miskin atau hanya tukang pemulung. Jangan kau malu. Mereka, mereka mulia, mereka kerja keras, halal, bekerja dengan keringat untuk masa depanmu. Jangan pernah kecil hati. Hormati orang tuamu, kalau perlu kau pulang, kau sungkem kau cium kaki orang tuamu,”ujar presiden.

Presiden mengatakan orang tua adalah sosok mulia karena sudah bekerja keras dan menghasilkan uang yang halal. Untuk itu bagi pelajar yang sekolah di sekolah rakyat harus juga bekerja keras untuk belajar agar sukses menjadi kebanggaan keluarga, bangsa dan negara. Bahkan secara tegas presiden menyampaikan lebih hormat dengan keluarga kurang mampu yang bekerja keras daripada koruptor.

"Saya lebih hormat sama pemulung, saya lebih hormat dengan tukang becak yang kerja dengan keringat daripada mereka yang pinter-pinter tapi mencuri uang rakyat," tegas Presiden.

Peresmian Sekolah Rakyat ini menandai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan nasional. Tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik sarana pendidikan, tetapi juga penegasan komitmen negara pada kualitas sumber daya manusia. Sekolah Rakyat dirancang sebagai ruang belajar yang layak, terjangkau, dan inklusif, sekaligus instrumen penting untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan manusia melalui pendidikan menjadi prioritas utama. Ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia dari kota hingga pelosok negeri.

Sri Lestari

Elshinta Peduli

Similar News