Safrizal tinjau Huntara terakhir di Aceh Utara
Huntara di Aceh Utara ditarget rampung sebelum Lebaran, pengungsi segera dipindahkan.
Elshinta/ Eddy Suroso
Ketua Posko Satgas Percepat Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal, meninjau langsung pembangunan hunian sementara (huntara) terakhir di Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Selasa (17/3/2026).
Lokasi desa yang berada di tengah hamparan perkebunan sawit membuat akses menuju area tersebut cukup menantang. Perjalanan dari Lhoksukon memakan waktu sekitar dua jam melalui jalan berbatu dan medan yang sulit.
Progres Pembangunan Huntara
Peninjauan dimulai di Dusun Leubok Meuku, bersama Dirjen Prasarana Strategis Bisma Staniarto, Kasatker Prasarana Strategis Aceh Syarifah Rahimah, serta Pj Sekda Aceh Utara Jamaluddin.
Pembangunan huntara oleh Kementerian Pekerjaan Umum mencakup dua lokasi, yaitu Dusun Meuku dan Dusun Kareung. Masing-masing lokasi dibangun tujuh blok dengan kapasitas total 84 kamar, sementara di Dusun Kareung tersedia 76 kamar karena sebagian unit digunakan untuk musala.
Setiap unit huntara dilengkapi fasilitas dasar seperti tempat tidur, kipas angin, dan lemari. Selain itu, tersedia dapur umum, kamar mandi umum, listrik, serta air bersih.
Huntara BNPB dan Target Rampung
Selain itu, Safrizal juga meninjau huntara yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Dusun Teungoh. Di lokasi ini dibangun 23 blok dengan total 114 kamar, dilengkapi fasilitas toilet di setiap unit.
Pembangunan huntara ditargetkan rampung pada 19 Maret 2026, dengan sistem kerja 24 jam non-stop dan melibatkan sekitar 70 persen tenaga kerja lokal. Namun, selama Ramadan, pekerjaan dihentikan sementara saat waktu salat tarawih.
Instruksi Pemindahan Pengungsi
Safrizal meminta pemerintah daerah segera melakukan langkah percepatan pemindahan pengungsi dari tenda ke huntara.
Ia menegaskan kepada pemerintah daerah agar paling lambat 20 Maret pagi, seluruh pengungsi sudah menempati hunian sementara yang telah disiapkan.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar kelompok rentan seperti lansia dan penyandang disabilitas ditempatkan di unit yang dekat dengan fasilitas MCK, khususnya pada huntara dengan fasilitas terpisah.
Untuk menghindari konflik saat distribusi hunian, setiap unit diminta sudah ditempeli nama calon penghuni sebelum proses pemindahan dilakukan.
Pastikan Huntara Siap Sebelum Lebaran
Dalam kunjungan tersebut, Safrizal juga menyempatkan diri mengunjungi warga yang masih tinggal di tenda pengungsian serta membagikan paket perlengkapan dapur.
Ia memastikan seluruh pembangunan huntara akan selesai dan siap digunakan sebelum Lebaran.
“Nanti tanggal 20 Maret pagi akan dibantu pemerintah daerah untuk pindah ke huntara yang sudah lengkap fasilitasnya, termasuk bantuan peralatan dapur,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi warga terdampak sekaligus memastikan mereka dapat menjalani Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan lebih layak dan aman. (Eddy Suroso)


