Sulbar manfaatkan aplikasi listrik mandiri bantu warga miskin
Arsip foto. Pegawai PLN memperbaiki jaringan listrik yang rusak pascagempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu (17/1/2021). (ANTARA/Abriawan Abhe)
Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat mengembangkan aplikasi ketenagalistrikan mandiri guna mendukung pelaksanaan program listrik gratis bagi masyarakat miskin atau kurang mampu.
Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Sulbar Qamaruddin Kamil di Mamuju, Rabu, mengatakan pengembangan aplikasi ketenagalistrikan mandiri itu dirancang bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Provinsi Sulbar
"Pengembangan ini merupakan tindak lanjut rencana inovasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya dalam mendukung program listrik gratis," kata Qamaruddin.
Aplikasi tersebut, kata dia, dirancang untuk mempermudah proses pengusulan dan perencanaan program, verifikasi data Rumah Tangga Sasaran (RTS), monitoring distribusi bantuan listrik gratis, serta perhitungan Rasio Elektrifikasi (RE) secara real time di seluruh wilayah Sulbar.
Qamaruddin menyampaikan bahwa hingga saat ini, Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Sulbar telah telah mencapai 90,97 persen.
Namun Qamaruddin mengakui, masih terdapat sekitar sembilan persen atau sekitar 36.000 rumah tangga yang belum menikmati listrik PLN, dan masih bergantung pada sambungan listrik dari tetangga atau menggunakan pembangkit listrik mandiri.
"Jadi, masih ada sekitar 36.000 rumah tangga yang belum menikmati listrik PLN, dan masih bergantung pada sambungan listrik tetangga atau menggunakan pembangkit listrik, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)," jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulbar Bujaeramy Hassan menyatakan, pihaknya senantiasa mendorong seluruh bidang di lingkungan Dinas ESDM Sulbar untuk menghadirkan inovasi yang relevan dan aplikatif dalam mendukung pelaksanaan tugas masing-masing bidang.
"Sekaligus memperkuat penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) guna meningkatkan kualitas layanan publik di sektor energi dan sumber daya mineral," kata Bujaeramy.
Melalui pengembangan aplikasi ketenagalistrikan mandiri tersebut, Bujaeramy berharap pelaksanaan program listrik gratis dapat berjalan lebih efektif, terukur dan tepat sasaran dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulbar.


