Sumut ambil langkah cepat tangani kelangkaan BBM
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution (kiri) berjalan bersama petugas TNI AU di Pangkalan Udara Soewondo, Medan, Sumatera Utara, Jumat (28/11/2025). ANTARA/HO-Diskominfo Sumut
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengatakan pemerintah provinsi (pemprov) telah mengambil langkah cepat dalam upaya mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Sumut sebagai dampak cuaca ekstrem.
"Kemarin, sudah kita koordinasikan, karena di Belawan ombak tinggi, kapal tanker sudah ada, cuma belum bisa disambungkan, loading bahan bakarnya," kata Bobby di Pangkalan Udara TNI AU Soewondo, Medan, Sumatera Utara, Jumat.
Gubernur menjelaskan kondisi ini dipicu oleh cuaca buruk yang melanda wilayah Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir.
Akibatnya tanker pengangkut BBM telah di perairan Belawan, namun tingginya ombak mengakibatkan kapal belum bisa bersandar di dermaga Pelabuhan Belawan.
Oleh karena itu, penyediaan BBM di wilayah Sumut didatangkan dari daerah terdekat seperti Pekanbaru, Provinsi Riau.
"Ada sekitar 30 truk dari Pekanbaru sedang membawa BBM ke wilayah Sumut," katanya.
Bobby pun berharap cuaca maupun ombak di laut segera membaik, sehingga kapal tanker BBM bisa segera bersandar di dermaga Pelabuhan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara.
Sementara itu, sejumlah warga Kota Medan mengeluhkan kelangkaan BBM di sejumlah SPBU akibat terdampak cuaca ekstrem.
Turnip, pengendara sepeda motor di salah satu SPBU, Jalan Pancing Medan, mengatakan sejumlah SPBU di Kota Medan maupun Kabupaten Deli Sedang tutup.
Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan Hendro Nugroho mengatakan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Sumut dalam beberapa hari terakhir sebagai dampak siklon tropis Senyar.
Siklon itu merupakan bibit siklon tropis 95B yang berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, Selat Malaka.
"Dampaknya dalam satu minggu terakhir, wilayah Sumatera Utara dilanda hujan setiap hari," kata Hendro.
Ia mengingatkan nelayan, operator pelayaran, dan masyarakat pesisir untuk memperhatikan informasi prakiraan gelombang tinggi agar dapat menghindari area berisiko dan menyesuaikan aktivitas di laut.
"Siklon tropis ini memberikan dampak peningkatan intensitas dan memicu cuaca ekstrem berupa hujan lebat hingga ekstrem, gelombang tinggi, dan angin kencang di wilayah Sumut," jelas Hendro.