Tiga bibit siklon tropis picu potensi cuaca ekstrem

Update: 2026-02-04 04:30 GMT

Petugas BMKG memeriksa alat pengukur suhu udara dalam pemantauan Bibit Siklon Tropis 97S dan Siklon Tropis Nokaen di Stasiun Klimatologi BMKG Karangploso, Malang, Jawa Timur, Senin (19/1/2026). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj

Elshinta Peduli

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut keberadaan tiga bibit siklon tropis, yakni 94W, 92S, dan 98P, memicu belokan serta perlambatan angin yang membentuk daerah konvergensi dan meningkatkan potensi cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.

Prakirawati cuaca BMKG Yuyun Wulandari dalam siaran daring diikuti di Jakarta, Rabu, menjelaskan bibit siklon tropis 94W terpantau di Samudera Pasifik utara Papua dengan tekanan sekitar 1.005 hektopascal dan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan angin 20-25 knot.

Menurut dia, bibit siklon 94W memengaruhi kondisi atmosfer di perairan utara Papua, meskipun potensi berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masih tergolong rendah.

Bibit siklon tropis 92S terpantau di Samudera Hindia barat daya Lampung dan bersifat persisten serta relatif stasioner.

Bibit ini menginduksi belokan dan perlambatan angin di Samudera Hindia hingga wilayah selatan Banten, dengan potensi pertumbuhan menjadi siklon tropis yang juga masih rendah.

Bibit siklon tropis 98P terpantau di daratan Australia dengan tekanan sekitar 1.006 hektopascal dan bergerak ke arah barat dengan kecepatan angin sekitar 20 knot.

Sistem ini memengaruhi pesisir utara Australia dan turut berkontribusi terhadap dinamika atmosfer regional.

BMKG mencatat ketiga bibit siklon tersebut secara bersamaan menginduksi daerah konvergensi di Samudera Hindia barat daya Lampung, perairan selatan Banten, perairan tenggara Nusa Tenggara Timur, pesisir utara Australia, serta Samudera Pasifik utara Papua.

Elshinta Peduli

Selain itu, sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia barat daya Bengkulu dan barat Sumatera Utara, yang memicu perlambatan angin dan konvergensi di perairan barat Sumatera Utara, daratan Aceh, Laut Andaman, serta wilayah di sekitar sistem tersebut.

Yuyun mengatakan kombinasi bibit siklon tropis dan sirkulasi siklonik tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, sehingga berpeluang menimbulkan hujan lebat hingga sangat lebat di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

BMKG juga memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terjadi di sejumlah wilayah lain, sementara beberapa kota besar berpotensi mengalami hujan petir, hujan ringan, hingga kondisi berawan tebal, dan mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG serta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News