Viral anak gajah terjebak di kebun dipastikan bukan di RI
Ilustrasi: Gajah Kerdil Borneo. ANTARA/Iskandar Zulkarnaen
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyebut konten media sosial viral beberapa waktu lalu yang memperlihatkan anak gajah terjebak di perkebunan bukan terjadi di Indonesia,, namun terindikasi berada di Malaysia.
Dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat, Dirjen Penegakan Hukum (Gakkum) Kemenhut Dwi Januanto Nugroho mengapresiasi peran aktif masyarakat yang telah melaporkan melalui media sosial terkait video yang menunjukkan anak gajah terjebak di sebuah perkebunan.
"Hasil identifikasi menunjukkan bahwa spesies gajah yang tampak dalam video tersebut adalah Gajah Borneo (Elephas maximus borneensis), subspesies Gajah Asia yang endemik Pulau Kalimantan dan termasuk satwa dilindungi," tutur Dwi Januanto.
Penelusuran lanjutan secara digital, termasuk mendeteksi akun media sosial yang pertama kali mengunggah konten tersebut, mengindikasikan bahwa video itu tidak diambil di wilayah Indonesia.
"Berdasarkan analisis mendalam terhadap afiliasi akun dan berbagai indikator digital, terdapat dugaan kuat bahwa lokasi pembuatan konten berada di perkebunan kelapa sawit di kawasan Tawau, Sabah, Malaysia, sehingga bukan berasal dari wilayah Indonesia," tambahnya.
Namun di sisi lain pihaknya memastikan akan terus mendalami informasi tersebut untuk memastikan seluruh fakta secara komprehensif.
Selain itu dia juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif melakukan pelaporan dugaan kejahatan di sektor kehutanan, termasuk berkaitan dengan satwa dilindungi, yang dapat dilakukan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Balai Gakkum di wilayah masing-masing atau melalui pelaporan daring.
Sebelumnya viral di beberapa media sosial sebuah video memperlihatkan seekor induk gajah dan anaknya terjebak lumpur di sebuah perkebunan sawit. Di kolom komentar video tersebut di beberapa media sosial tampak warganet kemudian melaporkan peristiwa itu kepada otoritas BKSDA dan Kemenhut.

