Masjid Baitul Izzah Semarang jadi persinggahan pemudik
Masjid Baitul Izzah di jalur Pantura Semarang jadi tempat istirahat, ibadah, dan berbuka bagi pemudik.
Masjid Baitul Izzah Semarang
Program Ekspedisi Masjid Indonesia 2026 yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Radio Elshinta menyoroti peran masjid sebagai tempat singgah bagi para pemudik selama arus mudik Lebaran.
Di Kota Semarang, Masjid Baitul Izzah yang berada di Terboyo Wetan, Kecamatan Genuk, menjadi salah satu masjid yang aktif melayani para pemudik dan musafir yang melintas di jalur Pantura.
Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat beristirahat bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.
Penyuluh Agama Islam setempat, Muhammad Sohul Anam, mengatakan bahwa Masjid Baitul Izzah memang sudah lama menjadi tempat singgah bagi para musafir.
“Masjid ini sering digunakan oleh para musafir atau pemudik sebagai tempat ibadah, tempat istirahat, sekaligus pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat selama masa mudik,” ujarnya.
Dalam program Ekspedisi Masjid Indonesia, pengurus masjid juga bekerja sama dengan Kementerian Agama, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, serta Direktorat Jenderal Urusan Agama Islam untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pemudik.
Pengurus masjid turut berkolaborasi dengan masyarakat sekitar dan relawan guna memastikan kenyamanan, keamanan, serta kebutuhan para pemudik yang singgah di masjid tersebut.
Masjid Baitul Izzah sendiri memiliki lokasi yang sangat strategis karena berada di pinggir Jalan Raya Pantura, jalur nasional yang menjadi salah satu rute utama perjalanan antarkota di Pulau Jawa.
Bahkan, menurut cerita masyarakat setempat, masjid ini sudah menjadi tempat singgah bagi para musafir sejak zaman kolonial Belanda, ketika jalur Pantura dikenal sebagai Jalan Daendels.
Lokasi yang berada di tepi jalan utama membuat banyak pemudik memanfaatkan masjid ini untuk beristirahat, melaksanakan salat, hingga berbuka puasa saat Ramadan.
Salah satu pemudik asal Cilacap yang singgah di masjid tersebut mengaku memilih berhenti karena waktunya salat dan melihat keberadaan masjid di pinggir jalan.
“Sarana dan fasilitasnya sudah sangat lengkap, sehingga nyaman untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Selain memiliki ruang salat yang nyaman, masjid ini juga menyediakan area parkir yang luas serta pembagian takjil bagi para pemudik yang singgah menjelang waktu berbuka puasa.
Dengan berbagai fasilitas tersebut, Masjid Baitul Izzah diharapkan terus menjadi tempat persinggahan yang aman dan nyaman bagi para pemudik serta musafir yang melintas di jalur Pantura Semarang.


