Amalan utama yang dianjurkan di malam Lailatul Qadar
Amalan utama yang dianjurkan di malam Lailatul Qadar meliputi shalat malam, baca Al-Qur’an, doa & zikir, juga perbanyak sedekah sepuluh malam terakhir Ramadan
Ilustrasi. (Sumber: Freepik)
Amalan utama yang dianjurkan di malam Lailatul Qadar menjadi salah satu ibadah yang paling dicari umat Islam pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Lailatul Qadar disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, sehingga umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW juga menjelaskan berbagai amalan yang dapat dilakukan agar seseorang mendapatkan keberkahan malam tersebut.
Al-Qur’an menyebutkan keutamaan Lailatul Qadar dalam Surah Al-Qadr yang menjelaskan bahwa malam itu lebih baik daripada seribu bulan, atau setara dengan lebih dari 83 tahun ibadah. Karena itu, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk mencari Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil seperti tanggal 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan.
Memperbanyak shalat malam atau qiyamul lail
Salah satu amalan utama yang dianjurkan di malam Lailatul Qadar adalah memperbanyak shalat malam atau qiyamul lail. Ibadah ini dapat berupa shalat tarawih, tahajud, maupun witir yang dilakukan setelah shalat Isya hingga menjelang waktu Subuh. Nabi Muhammad SAW menegaskan keutamaan ibadah ini dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
Dalam hadis tersebut, Nabi bersabda: “Barang siapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” Karena itu banyak ulama menganjurkan umat Islam untuk menghidupkan malam dengan shalat panjang, membaca doa, serta memperbanyak sujud sebagai bentuk kedekatan dengan Allah.
Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an juga menjadi amalan penting pada malam Lailatul Qadar karena malam tersebut berkaitan langsung dengan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW. Surah Al-Qadr ayat pertama menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam yang penuh kemuliaan tersebut.
Umat Islam dianjurkan tidak hanya membaca, tetapi juga mentadabburi atau memahami makna ayat-ayat Al-Qur’an. Banyak ulama menganjurkan memperbanyak tilawah pada sepuluh malam terakhir Ramadan karena pada periode inilah peluang bertemu Lailatul Qadar semakin besar.
Memperbanyak doa memohon ampunan
Amalan utama yang dianjurkan di malam Lailatul Qadar berikutnya adalah memperbanyak doa, terutama doa memohon ampunan. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Tirmidzi ketika Aisyah RA bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang doa yang sebaiknya dibaca jika seseorang bertemu malam Lailatul Qadar.
Nabi kemudian mengajarkan doa berikut: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni,” yang berarti “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.” Doa ini menjadi salah satu doa yang paling sering dibaca umat Islam pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Memperbanyak zikir dan istighfar
Selain shalat dan doa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir dan istighfar pada malam Lailatul Qadar. Zikir dapat berupa tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir yang diulang sebagai bentuk pengingat kepada Allah. Hal ini banyak dilakukan sepanjang malam, baik setelah shalat maupun saat berdiam diri di masjid.
Banyak ulama menjelaskan bahwa zikir menjadi ibadah yang ringan dilakukan tetapi memiliki pahala besar. Dengan memperbanyak zikir dan istighfar, seorang Muslim diharapkan dapat menjaga hati tetap terhubung dengan Allah selama malam-malam terakhir Ramadan.
Bersedekah dan memperbanyak amal kebaikan
Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak sedekah dan amal kebaikan. Dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW menjadi lebih dermawan pada bulan Ramadan, terutama pada sepuluh malam terakhir. Hal ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas dalam hadis yang dicatat oleh Imam Bukhari.
Sedekah pada malam Lailatul Qadar diyakini memiliki nilai pahala yang sangat besar karena dilakukan pada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bentuk sedekah tidak hanya berupa harta, tetapi juga dapat berupa memberi makanan berbuka, membantu sesama, atau melakukan berbagai kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain.
I’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan
I’tikaf merupakan ibadah berdiam diri di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah. Praktik ini dilakukan Nabi Muhammad SAW secara rutin pada sepuluh malam terakhir Ramadan untuk mencari malam Lailatul Qadar.
Selama i’tikaf, seorang Muslim biasanya memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta berdoa. Dengan fokus beribadah di masjid, seseorang diharapkan dapat memaksimalkan waktu untuk beribadah dan meningkatkan peluang mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar.
Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat istimewa dalam Islam karena nilainya lebih baik dari seribu bulan. Karena itu umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa, berzikir, bersedekah, hingga melakukan i’tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Dengan menjalankan amalan-amalan tersebut, seorang Muslim berharap dapat memperoleh ampunan serta keberkahan yang dijanjikan pada malam yang penuh kemuliaan itu.


