Bosan lari? Coba Rucking, tren bakar kalori di 2026!
Tren Rucking 2026 makin hits karena efektif bakar kalori tanpa harus lari. Kenali manfaat rucking, cara pemula, dan perlengkapan wajib agar aman dan konsisten.
Bosan lari? Coba Rucking, tren bakar kalori di 2026! (Sumber:Istimewa)
Tren Rucking 2026 makin populer karena banyak orang mulai bosan dengan olahraga yang itu-itu saja, terutama lari yang terasa berat di sendi dan cepat bikin kapok. Rucking menawarkan alternatif yang lebih realistis seperti jalan kaki sambil membawa beban di tas punggung. Simpel, tapi efeknya serius untuk pembakaran kalori dan kekuatan tubuh.
Buat kamu yang ingin turun berat badan tanpa harus jadi anak gym, rucking terasa lebih mudah dijadikan rutinitas. Kamu bisa lakukan di sekitar rumah, taman, atau jalur hiking ringan. Karena intensitasnya bisa diatur dari beban tas dan durasi jalan, rucking cocok untuk pemula sampai yang sudah rutin olahraga.
Apa itu Rucking dan kenapa efektif?
Rucking adalah aktivitas berjalan dengan membawa beban tambahan di punggung. Konsepnya mirip latihan militer, tapi versi modern lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kemampuan diri. Dengan beban ekstra, tubuh bekerja lebih keras dibanding jalan biasa, sehingga pembakaran kalori meningkat tanpa harus sprint atau lompat-lompat.
Efek rucking bukan cuma di kalori. Kamu juga melatih postur, otot core, punggung, dan kaki secara stabil. Ini yang bikin rucking dianggap low impact but high result. Kalau kamu sering menyerah saat lari karena napas atau lutut sakit, rucking bisa jadi jalan tengah yang tetap menantang tapi lebih ramah tubuh.
Manfaat utama untuk bakar kalori
Salah satu alasan rucking naik di 2026 adalah karena hasilnya terasa nyata untuk fat loss. Jalan biasa memang sehat, tapi rucking membuat denyut jantung naik lebih cepat karena beban memaksa tubuh mengeluarkan energi lebih besar. Kamu jadi bisa dapat intensitas cardio tanpa harus berlari.
Selain itu, rucking meningkatkan kekuatan otot sambil cardio sekaligus. Jadi bukan hanya kurus, tapi badan juga lebih kencang. Buat kamu yang ingin bentuk tubuh lebih tegas, rucking membantu membangun daya tahan kaki, pinggul, dan punggung, yang sering jadi area lemah pada pemula olahraga.
Cara mulai Rucking untuk Pemula
Mulai dari beban ringan dulu agar tubuh adaptasi. Kamu bisa pakai 5-10% dari berat badan kamu, lalu jalan 20-30 menit. Fokus ke postur seperti bahu tidak membungkuk, core aktif, dan langkah stabil. Jangan buru-buru nambah beban kalau teknik belum rapi karena bisa bikin punggung sakit.
Untuk pemula, rute terbaik adalah jalan datar dulu. Setelah terbiasa, baru naik level: tambah durasi, pilih rute menanjak, atau tambah beban perlahan. Ingat, rucking itu latihan konsisten, bukan latihan nekat.
Perlengkapan yang paling wajib
Tas rucking idealnya punya strap yang kuat dan nyaman, serta posisi beban tidak bergeser. Kalau beban goyang, risiko pegal dan lecet lebih tinggi. Pastikan kamu mengatur beban sedekat mungkin ke punggung agar stabil dan tidak menarik bahu ke belakang.
Selain tas, sepatu juga krusial. Pilih sepatu olahraga yang empuk tapi tetap stabil, terutama di tumit dan telapak. Kamu juga bisa bantu performa dengan minuman isotonik jika latihan kamu lama atau dilakukan di cuaca panas. Kuncinya bisa mulai dengan nyaman dulu, baru upgrade.
Tips aman agar konsisten
Jangan rucking setiap hari di awal. Beri jeda 1 hari untuk pemulihan otot, terutama jika kamu baru mulai. Dengarkan sinyal tubuh: kalau ada nyeri tajam di punggung atau lutut, kurangi beban atau perbaiki postur. Rucking harus terasa menantang, bukan menyiksa.
Agar konsisten, jadikan rucking sebagai rutinitas ringa bisa dimulai dari jalan pagi, sore setelah kerja, atau weekend. Kamu bisa sambil dengar podcast atau musik. Semakin kamu nikmati prosesnya, semakin besar peluang rucking jadi kebiasaan sehat jangka panjang.


