'Kampung Pandai' Sumsel, Dari english camp hingga jangkau ribuan anak kampung
Lebih dari sekadar English Camp, Program ini juga ajarkan sanitasi hingga kuliner lokal bernutrisi
Caption: Suasana studio Radio Elshinta Palembang
Di tengah suasana Kampung 13 Ulu, Palembang, banyak anak-anak yang riang bisa belajar bahasa Inggris. Mereka tak perlu ke tempat kursus mahal. Cukup datang ke balai kampung, pendidikan terjangkau yang sudah menanti.
Inilah Kampung Pandai Sumatera Selatan (Sumsel), program pendidikan berbasis komunitas yang mengajarkan bahasa Inggris, kesehatan, hingga edukasi sosial kepada anak-anak kampung. Sejak 2019, program ini telah menyentuh lebih dari tujuh kampung di Palembang.
Bermula dari Libur Sekolah
Cerita Kampung Pandai dimulai sederhana. Najma, dosen kesehatan masyarakat Universitas Sriwijaya, melihat anak-anak kampung membutuhkan akses pendidikan tambahan yang mudah dijangkau. Bersama mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat, ia menggelar English Camp pertama kali di 13 Ulu saat libur sekolah.
"Kampung Pandai itu awalnya project English Camp yang mengajarkan basic English ke anak-anak di Tiga Belas Ulu," ujar Kayla Luthfun Nisa, perwakilan Kampung Pandai.
Responsnya? Luar biasa. Orang tua antusias, anak-anak semangat. Yang tadinya hanya program musiman, kini berkembang menjadi gerakan edukatif berkelanjutan.
Tak Hanya Bahasa Inggris
Melihat antusiasme warga, Kampung Pandai tak berhenti di situ. Program meluas, ada Sanitary Camp yang mengajarkan kebersihan dan sanitasi, Bingen yang mengenalkan makanan tradisional bernutrisi, hingga Pangling untuk edukasi sosial.
Rara, narasumber lain dari Kampung Pandai, menjelaskan bahwa setiap program disesuaikan dengan kebutuhan kampung.
"Kurang lebih sudah lebih dari tujuh kampung yang kami datangi, dan kegiatannya disesuaikan dengan kondisi kampung tersebut," katanya saat menjadi narasumber program Beladas di Radio Elshinta Palembang, Kamis (05/02/2026).
Dua Minggu yang Berkesan
Setiap program berlangsung sekitar dua minggu dengan empat kali pertemuan. Singkat, tapi padat dan berkesan. Sasarannya jelas, anak-anak usia SD hingga remaja, tanpa memandang latar belakang pendidikan.
Khusus untuk wilayah Palembang Ulu, Kampung Pandai telah menjadi bagian dari rutinitas libur sekolah. Anak-anak tak hanya belajar bahasa asing, tapi juga mengenal pentingnya hidup sehat dan menghargai warisan kuliner lokal.
Harapan untuk Pemerataan Pendidikan
Bagi tim Kampung Pandai, ini baru permulaan. Mereka berharap program ini bisa menciptakan dampak berkelanjutan dan membantu pemerataan akses pendidikan serta kesehatan bagi masyarakat kampung.
Dari satu kampung di 13 Ulu, kini lebih dari tujuh kampung merasakan manfaatnya. Siapa tahu, suatu hari nanti, Kampung Pandai bisa menjangkau seluruh pelosok Sumatera Selatan.
Nabila Seftiani/Selvi Trisanti/Rama


