Keutamaan malam lailatul qadar menurut hadis

Keutamaan malam lailatul qadar menurut hadis malam ini lebih baik dari 1.000 bulan, menjadi waktu turunnya Al-Qur’an, serta malam pengampunan dosa,

Update: 2026-03-05 11:00 GMT

Keutamaan malam lailatul qadar menurut hadis. (Sumber: Freepik)

Indomie

Keutamaan malam lailatul qadar menurut hadis menunjukkan bahwa malam ini merupakan salah satu waktu paling mulia dalam ajaran Islam. Malam yang terjadi pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan ini disebut memiliki pahala yang sangat besar, bahkan lebih baik dari 1.000 bulan ibadah. Berbagai hadis yang diriwayatkan oleh para ulama seperti Imam Bukhari dan Muslim menjelaskan keistimewaan malam tersebut, mulai dari nilai ibadahnya yang sangat tinggi hingga pengampunan dosa bagi orang yang menghidupkannya dengan ibadah.

Dalam tradisi Islam, malam lailatul qadar berkaitan dengan peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Malam ini diyakini terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.

اَخْبَرَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ قَالَ هِيَ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ فِى الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ لَيْلَةَ اِحْدَيْ وَعِشْرِيْنَ اَوْثَلَثَةٍ وَعِشْرِيْنَ اَوْسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ اَوْ تِسْعٍ وَعِشْرِيْنَ اَوْ اَخِرِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ مَنْ قَامَهَا اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مِنْ ذَنْبِهِ مَا تَقَدَّمَ وَمَا تَأَخَّرّ . (رواه احمد)

Artinya: Rasulullah SAW mengabarkan kepada kami tentang Lailatul Qadar, beliau bersabda: dia (Lailatul Qadar) di bulan Ramadhan di puluhan yang akhir yaitu malam 21, 23, 25, 27 atau malam 29, atau di akhir malam Ramadhan. Barang siapa mengerjakan bangun untuk beribadah pada malam itu karena iman dan mengharap ridho Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. (HR. Ahmad)

Karena waktunya tidak disebutkan secara pasti, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memperbanyak ibadah pada seluruh malam di periode tersebut agar tidak melewatkan kemuliaannya.

Elshinta Peduli

Malam yang lebih baik dari seribu bulan

Salah satu keutamaan terbesar malam lailatul qadar adalah nilai ibadahnya yang lebih baik dari 1.000 bulan. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surah Al-Qadr ayat 3 yang menyatakan bahwa malam tersebut lebih baik daripada seribu bulan, atau setara dengan sekitar 83 tahun 4 bulan. Allah SWT berfirman,

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝١وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ ۝٢لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ۝٣

Yang artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

Keutamaan ini juga diperkuat oleh hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

Artinya, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa. Pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu”

Hadis ini menunjukkan bahwa kesempatan mendapatkan pahala besar pada malam tersebut sangat berharga bagi setiap Muslim.

Malam diturunkannya Al-Qur’an

Kemuliaan malam lailatul qadar juga berkaitan dengan peristiwa turunnya Al-Qur’an. Peristiwa ini disebutkan dalam surah Al-Qadr ayat 1 yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan pada malam tersebut.

Para ulama tafsir, termasuk Ibnu Abbas, menjelaskan bahwa pada malam lailatul qadar Al-Qur’an pertama kali diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia sebelum kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama sekitar 23 tahun masa kenabian. Karena itu, malam ini menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Islam yang menandai dimulainya penyampaian wahyu kepada umat manusia.

Malam pengampunan dosa bagi orang beriman

Salah satu keutamaan malam lailatul qadar menurut hadis adalah pengampunan dosa bagi orang yang menghidupkannya dengan ibadah. Rasulullah SAW menyampaikan hal ini dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barang siapa yang melaksanakan salat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Hadis ini menjelaskan bahwa ibadah yang dilakukan pada malam tersebut, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa, dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah dilakukan sebelumnya.

Turunnya malaikat dan keberkahan sepanjang malam

Malam lailatul qadar juga dikenal sebagai malam ketika para malaikat turun ke bumi membawa rahmat dan keberkahan. Hal ini dijelaskan dalam surah Al-Qadr ayat 4,

تَنَزَّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍۢ

Yang artinya, "Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan."

Para ulama menjelaskan bahwa turunnya malaikat pada malam ini menandakan besarnya keberkahan yang terjadi. Dalam beberapa riwayat tafsir disebutkan bahwa jumlah malaikat yang turun sangat banyak hingga memenuhi bumi, membawa ketenangan dan kedamaian bagi orang-orang yang beribadah hingga terbit fajar.

Malam penetapan takdir tahunan

Sebagian ulama menafsirkan bahwa pada malam lailatul qadar juga ditetapkan berbagai urusan penting bagi kehidupan manusia untuk satu tahun ke depan. Hal ini berkaitan dengan penjelasan dalam surah Ad-Dukhan ayat 4 yang menyatakan bahwa pada malam tersebut dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.

Makna ayat tersebut dipahami oleh para mufasir sebagai penetapan berbagai ketentuan seperti rezeki, kehidupan, dan peristiwa yang akan terjadi dalam satu tahun mendatang. Karena itu, banyak umat Islam memperbanyak doa pada malam tersebut dengan harapan mendapatkan kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Waktu terjadinya lailatul qadar menurut hadis

Rasulullah SAW tidak menyebutkan secara pasti tanggal terjadinya malam lailatul qadar. Namun, beliau memberikan petunjuk bahwa malam tersebut harus dicari pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:

“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, Nabi juga memberikan petunjuk yang lebih spesifik:

“Carilah lailatul qadar pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan.”

(HR. Bukhari)

Karena itu, banyak umat Islam meningkatkan ibadah pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan. Dalam riwayat dari Aisyah RA disebutkan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan, Rasulullah SAW meningkatkan ibadahnya, menghidupkan malam dengan salat dan doa, serta membangunkan keluarganya agar ikut beribadah.

Dengan berbagai riwayat hadis tersebut, malam lailatul qadar dipahami sebagai salah satu kesempatan spiritual paling besar bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperoleh pahala yang berlipat ganda, serta memohon pengampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News