Sejarah singkat valentine: Kenapa identik dengan cokelat dan bunga?

Sejarah singkat Valentine dan alasan kenapa hari kasih sayang identik dengan cokelat dan bunga. Simak asal-usul, simbol mawar merah, hingga tradisi 14 Februari

Update: 2026-02-11 23:20 GMT

Sejarah singkat valentine: Kenapa identik dengan cokelat dan bunga? (Sumbe:Istimewa)

Elshinta Peduli

Valentine selalu identik dengan cokelat dan bunga. Setiap 14 Februari, toko-toko dipenuhi buket mawar merah dan berbagai varian coklat manis yang diburu banyak orang. Tapi sebenarnya, dari mana asal tradisi ini? Kenapa bukan hadiah lain yang lebih praktis? Sejarah Valentine menyimpan kisah panjang tentang cinta, simbol, hingga strategi pemasaran yang akhirnya membentuk tradisi modern seperti sekarang.

Dibalik hari Valentine

Hari Valentine berakar dari kisah Santo Valentinus pada abad ke-3 di Romawi. Ia dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan pernikahan bagi pasangan muda, meskipun saat itu Kaisar Claudius II melarang tentara menikah karena dianggap bisa melemahkan fokus mereka. Valentinus tetap membantu pasangan menikah secara diam-diam, hingga akhirnya dihukum mati pada 14 Februari.

Seiring waktu, tanggal tersebut diperingati sebagai hari untuk merayakan cinta dan kasih sayang. Tradisi ini berkembang di Eropa, lalu menyebar ke berbagai belahan dunia dengan bentuk perayaan yang semakin beragam.

Mengapa bunga jadi simbol cinta?

Bunga, terutama mawar merah, sejak lama menjadi simbol cinta dan gairah. Dalam mitologi Romawi, mawar merah dikaitkan dengan Venus, dewi cinta. Warna merah melambangkan perasaan yang kuat, keberanian, dan kasih yang mendalam.

Pada abad ke-18 dan 19 di Inggris, masyarakat mengenal “language of flowers” atau bahasa bunga. Setiap jenis bunga memiliki makna tersendiri. Memberikan mawar merah berarti menyatakan cinta secara langsung tanpa perlu banyak kata. Tradisi ini terus bertahan hingga sekarang karena dianggap romantis dan klasik.

Elshinta Peduli

Selain itu, bunga juga memiliki nilai visual yang kuat. Buket cantik mudah difoto, dibagikan di media sosial, dan menjadi simbol perhatian yang nyata. Tidak heran jika setiap Valentine, penjualan bunga selalu meningkat tajam.

Kenapa cokelat identik dengan valentine?

Cokelat mulai populer sebagai hadiah Valentine pada abad ke-19. Salah satu perusahaan cokelat di Inggris memproduksi cokelat dalam kotak berbentuk hati khusus untuk 14 Februari. Strategi ini sukses besar dan akhirnya ditiru banyak brand di seluruh dunia.

Secara psikologis, cokelat mengandung zat yang bisa memicu rasa bahagia dan nyaman. Rasanya yang manis juga melambangkan kehangatan dalam hubungan. Tak hanya itu, cokelat mudah diberikan, praktis, dan bisa dinikmati bersama, sehingga cocok sebagai simbol berbagi kasih sayang.

Di era modern, variasi cokelat Valentine semakin kreatif, mulai dari praline premium hingga cokelat handmade dengan desain unik. Hal ini membuat tradisi memberi cokelat terus relevan dari generasi ke generasi.

Peran budaya populer dan industri

Tidak bisa dipungkiri, perkembangan tradisi Valentine juga didukung oleh industri ritel dan budaya populer. Film romantis, kartu ucapan, hingga kampanye promosi memperkuat citra bahwa Valentine adalah momen spesial untuk mengungkapkan cinta.

Namun pada dasarnya, esensi Valentine bukan terletak pada mahalnya hadiah, melainkan pada perhatian dan niat tulus di baliknya. Bunga dan cokelat hanyalah simbol yang mempermudah orang mengekspresikan perasaan.

Valentine di era sekarang

Kini Valentine tidak hanya dirayakan oleh pasangan, tetapi juga sahabat dan keluarga. Tradisinya pun lebih fleksibel. Ada yang memilih memberi hadiah sederhana, menulis surat, atau sekadar menghabiskan waktu bersama orang tersayang.

Cokelat dan bunga tetap menjadi ikon karena nilai sejarah, simbolisme, dan kemudahannya. Meski zaman berubah, keduanya tetap dianggap cara klasik yang tidak pernah gagal untuk menyampaikan cinta.

Pada akhirnya, Valentine bukan soal tren atau kewajiban, melainkan momen untuk mengingatkan bahwa kasih sayang perlu dirayakan. Entah lewat buket mawar, sekotak cokelat, atau perhatian kecil yang tulus, maknanya tetap sama: berbagi cinta dengan cara yang paling sederhana namun bermakna.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News