Tips atasi rumah lembap dan jamur di musim hujan
Tips tepat untuk atasi rumah lembap dan jamur di musim hujan meliputi kontrol kelembapan, ventilasi, perbaikan kebocoran, serta perawatan rutin.
Rumah cenderung mudah lembap ketika musim hujan. (Sumber: Istimewa)
Musim hujan meningkatkan risiko kelembapan dan pertumbuhan jamur di rumah karena tingginya curah hujan dan kelembapan udara. Kondisi lembap mengakibatkan tampilan dinding menjadi tidak estetik, cat mengelupas, retak, bercak air, bahkan menyebarkan jamur yang membahayakan pernapasan jika dibiarkan. Penyebab utama lembap ini adalah rembesnya air hujan, ventilasi yang buruk, dan drainase yang tidak efektif. Untuk menjaga kondisi rumah tetap kering serta mencegah kerusakan dan beragam masalah lainnya, berikut adalah tips untuk mengatasi rumah lembap dan jamur di musim hujan:
1. Kendalikan sumber kelembapan
Jamur dan dinding lembap tumbuh terutama karena kelembapan tinggi. Mengontrol kelembapan adalah langkah utama dalam pencegahan masalah ini. Rumah sebaiknya dijaga agar kelembapan relatif di dalam ruangan berada di bawah 60%. Kondisi ini membantu menurunkan kemungkinan kondensasi dan pertumbuhan jamur. Gunakan alat pengukur kelembapan (hygrometer) untuk memantau kadar uap air.
2. Perbaiki kebocoran dan masuknya air
Air dari atap bocor, pipa rembes, atau dinding rusak adalah penyebab utama kelembapan yang berlebih. Periksa area atap, talang, dan pipa air secara rutin untuk menemukan sumber rembesan. Lalu, segera perbaiki kebocoran yang ditemukan agar air tidak menembus melebar ke banyak bagian rumah.
3. Tingkatkan ventilasi udara
Sirkulasi udara yang baik membantu mengurangi kelembapan udara dalam ruangan dan mencegah kondensasi. Buka jendela dan ventilasi secara teratur untuk meningkatkan aliran udara di dalam rumah. Pasang exhaust fan di area yang sering lembap seperti kamar mandi dan dapur untuk mengeluarkan kelembapan.
4. Terapkan waterproofing pada struktur bangunan rumah
Lapisan pelindung terhadap air pada area terekspos hujan secara langsung sangat penting untuk mencegah rembes. Gunakan cat waterproofing atau coatings khusus pada dinding luar, atap, serta lantai yang rentan terkena hujan. Tambahkan juga damp-proof course di sekitar fondasi untuk mencegah naiknya kelembapan dari tanah.
5. Kontrol drainase dan arah air
Arah aliran air yang buruk menyebabkan genangan di dekat bangunan, sehingga air dapat meresap ke struktur dinding atau fondasi. Air yang menggenang di sekitar fondasi rumah dapat meningkatkan kelembapan dinding dari bawah. Oleh karena itu, memastikan sistem drainase yang baik serta kemiringan tanah yang tepat di sekitar bangunan akan membantu mengalirkan air hujan menjauh dari struktur utama.
6. Gunakan dehumidifier dan alat pengendali kelembapan
Alat mekanis seperti dehumidifier efektif mengurangi kadar uap air di ruangan, terutama di area tertutup atau minim sirkulasi udara. Dehumidifier membantu menurunkan kelembapan udara hingga level yang aman, memperlambat pertumbuhan jamur.
7. Tangani jamur yang sudah muncul
Jika jamur telah terlihat di dinding atau sudut bangunan, pembersihan perlu dilakukan segera agar tidak menyebar. Bersihkan jamur dengan larutan cuka, baking soda, atau pemutih yang diencerkan memakai sarung tangan dan masker. Setelah dibersihkan, amplas permukaan dan pastikan dinding benar-benar kering sebelum pengecatan ulang atau perlindungan lain.
8. Pilih material bangunan tahan jamur
Dalam pembangunan baru atau renovasi, penggunaan material antibakteri/anti jamur dapat membantu. Cat, isolasi, atau bahan lain yang dirancang tahan terhadap pertumbuhan jamur membantu mengurangi risiko masalah saat musim hujan.
Mengatasi bangunan lembap dan jamur saat musim hujan membutuhkan pendekatan tepat yang meliputi kontrol kelembapan, perbaikan struktur, ventilasi yang baik, perlindungan waterproofing, serta pemeliharaan dan pembersihan berkala. Upaya ini akan membantu menjaga bangunan tetap kering, sehat, dan bebas dari kerusakan akibat jamur meskipun di musim hujan yang intens.


