Virus Nipah: kenali gejala awal yang sering dianggap flu biasa

Virus Nipah kembali jadi perhatian. Kenali gejala awal yang sering disangka flu biasa, cara penularan, pencegahan, dan kapan harus ke fasilitas kesehatan.

Update: 2026-02-02 11:24 GMT

Virus Nipah: kenali gejala awal yang sering dianggap flu biasa (Sumber:Istimewa)

Elshinta Peduli

Virus Nipah kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya laporan kasus di India. Penyakit zoonosis ini dikenal berbahaya karena dapat menular dari hewan ke manusia serta memiliki tingkat kematian yang tinggi. Salah satu tantangan utama dalam pencegahan Virus Nipah adalah gejala awalnya yang sering menyerupai flu biasa, sehingga kerap tidak disadari sejak dini dan berisiko terlambat ditangani.

Apa itu virus nipah dan mengapa perlu diwaspadai

Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada akhir 1990-an dan sejak itu beberapa kali memicu wabah terbatas di sejumlah negara. Virus ini berasal dari kelelawar buah sebagai inang alami dan dapat menular ke manusia melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, kontak dengan hewan perantara seperti babi, serta melalui kontak erat antarmanusia.

Virus Nipah berbahaya karena mampu menyerang sistem pernapasan dan sistem saraf pusat. Hingga kini, belum tersedia vaksin maupun obat antivirus khusus, sehingga penanganan yang diberikan bersifat suportif. Oleh karena itu, deteksi dini dan pencegahan menjadi langkah krusial.

Gejala awal virus nipah yang sering disangka flu

Pada tahap awal infeksi, Virus Nipah menunjukkan gejala umum yang mirip dengan flu atau infeksi saluran pernapasan ringan. Gejala tersebut meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan ekstrim, sakit tenggorokan, dan batuk ringan. Sebagian penderita juga dapat mengalami mual, muntah, serta pusing.

Elshinta Peduli

Karena keluhan ini lazim terjadi pada flu musiman, banyak orang memilih beristirahat di rumah tanpa pemeriksaan medis. Padahal, pada fase inilah virus dapat berkembang dan meningkatkan risiko komplikasi serius.

Tanda pembeda dari flu biasa

Berbeda dengan flu yang umumnya membaik dalam beberapa hari, infeksi Virus Nipah justru dapat memburuk dengan cepat. Gejala lanjutan yang perlu diwaspadai antara lain kebingungan, mengantuk berlebihan, penurunan kesadaran, kejang, hingga gangguan pernapasan. Dalam kondisi tertentu, penderita dapat mengalami peradangan otak atau ensefalitis yang berujung pada koma.

Perburukan gejala secara cepat menjadi pembeda utama antara flu biasa dan infeksi Virus Nipah. Karena itu, gejala flu yang tidak kunjung membaik atau semakin berat perlu segera mendapat perhatian medis.

Imbauan Kemenkes dan langkah pencegahan

Seiring meningkatnya kasus Virus Nipah di India, Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi buah yang memiliki bekas gigitan kelelawar. Virus Nipah dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui makanan yang terkontaminasi.

Masyarakat juga diminta mencuci dan mengupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi, menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi terinfeksi, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat guna menjaga daya tahan tubuh.

Selain itu, pelaku perjalanan dari India atau negara terdampak diimbau mematuhi protokol kesehatan setempat dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam, batuk, sesak napas, muntah, atau penurunan kesadaran hingga 14 hari setelah kepulangan.

Hingga saat ini, belum ditemukan kasus konfirmasi Virus Nipah di Indonesia, namun pemerintah terus meningkatkan pemantauan, pengawasan pintu masuk negara, serta deteksi dini melalui sistem surveilans.

Virus Nipah memang jarang terjadi, tetapi berisiko tinggi. Mengenali gejala awal yang sering dianggap flu biasa serta mengikuti himbauan pencegahan dari otoritas kesehatan menjadi langkah penting untuk melindungi diri dan mencegah penyebaran penyakit ini. Kewaspadaan dini tanpa panik tetap menjadi kunci utama.

Upaya pencegahan berbasis informasi yang akurat diharapkan dapat menekan risiko penularan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman penyakit menular.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News