Apa itu SISKOHAT? Aplikasi pendaftar Haji khusus untuk calon jamaah

Apa itu SISKOHAT? Kenali aplikasi pendaftaran haji dari Kemenag, alur daftar, fungsi, dan integrasi terbaru layanan haji Indonesia.

Update: 2026-04-10 13:18 GMT

Apa itu SISKOHAT? Aplikasi pendaftar Haji khusus untuk calon jamaah. (Sumber: Vecteezy)

Indomie

Dalam proses pendaftaran haji di Indonesia, SISKOHAT merupakan singkatan dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu, sebuah platform digital yang dikembangkan dan dikelola oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk mengelola seluruh data penyelenggaraan haji dan umrah secara terpusat.

SISKOHAT adalah aplikasi berbasis online yang digunakan dalam pelayanan haji dan umrah, mulai dari pendaftaran, pengelolaan porsi, hingga pelacakan keberangkatan jamaah. Sistem ini dapat diakses masyarakat melalui portal resmi haji Kemenag, sebagaimana dijelaskan dalam dokumen resmi bahwa SISKOHAT merupakan sistem layanan terpadu yang mendukung administrasi haji nasional .

Apa fungsi utama aplikasi SISKOHAT?

SISKOHAT tidak hanya berfungsi sebagai aplikasi pendaftaran haji, tetapi juga sebagai pusat data nasional yang menyimpan seluruh informasi calon jamaah. Melalui sistem ini, data pendaftar akan langsung terintegrasi dengan bank penerima setoran awal (BPS BPIH), sehingga proses validasi berjalan secara real-time.

Fungsi utamanya mencakup pencatatan nomor porsi haji, verifikasi pembayaran setoran awal, serta monitoring antrian keberangkatan yang di Indonesia bisa mencapai belasan hingga puluhan tahun tergantung provinsi. Data dari Kemenag menunjukkan bahwa sistem ini menjadi fondasi transparansi antrean haji karena setiap jamaah dapat mengecek posisi keberangkatannya secara mandiri melalui layanan online resmi.

Bagaimana cara mendaftar haji melalui SISKOHAT?

Proses pendaftaran haji melalui SISKOHAT dilakukan secara bertahap dan terintegrasi antara bank syariah dan Kementerian Agama Republik Indonesia. Berikut langkah-langkah resminya:

  1. Membuka tabungan haji di bank syariah: Calon jamaah datang ke bank penerima setoran haji (BPS BPIH) seperti Bank Syariah Indonesia untuk membuka rekening tabungan haji.
  2. Melakukan setoran awal haji: Setoran awal minimal sebesar Rp25 juta dilakukan untuk mendapatkan validasi awal pendaftaran.
  3. Elshinta Peduli
  4. Mendapatkan bukti setoran dan nomor validasi: Setelah pembayaran, bank akan memberikan bukti setoran beserta nomor validasi yang akan digunakan dalam proses berikutnya.
  5. Input data ke sistem SISKOHAT: Data calon jamaah akan diinput secara otomatis ke dalam sistem SISKOHAT melalui integrasi antara bank dan sistem Kemenag.
  6. Verifikasi dokumen di kantor Kemenag: Calon jamaah datang ke kantor Kemenag kabupaten/kota untuk verifikasi dokumen seperti KTP, KK, dan dokumen pendukung lainnya.
  7. Pengambilan biometrik dan foto: Petugas akan melakukan perekaman data biometrik, termasuk sidik jari dan foto sebagai bagian dari identifikasi resmi.
  8. Mendapatkan nomor porsi haji: Setelah seluruh proses selesai, calon jamaah akan memperoleh nomor porsi haji yang menjadi acuan antrean keberangkatan.

Nomor porsi ini dapat digunakan untuk mengecek estimasi keberangkatan secara online melalui layanan resmi Kemenag, sehingga proses antrean menjadi lebih transparan dan terukur.

Apa itu SISKOHATKES dan apa perannya?

Selain SISKOHAT, terdapat sistem turunan bernama SISKOHATKES yang berfokus pada aspek kesehatan jamaah. SISKOHATKES merupakan sistem informasi kesehatan haji yang digunakan untuk mencatat, memantau, dan mengevaluasi kondisi kesehatan calon jamaah sebelum keberangkatan.

Sistem ini digunakan oleh petugas kesehatan untuk memastikan bahwa jamaah memenuhi syarat istitha’ah (kemampuan kesehatan) sebelum berangkat ke Tanah Suci. Data yang tercatat meliputi hasil pemeriksaan medis, riwayat penyakit, hingga rekomendasi kelayakan. Dengan adanya SISKOHATKES, proses seleksi kesehatan menjadi lebih terstandarisasi dan terdokumentasi secara nasional.

Di mana SISKOHAT digunakan?

SISKOHAT digunakan secara nasional di seluruh kantor Kemenag, bank penerima setoran haji, serta instansi terkait lainnya. Sistem ini juga terus dikembangkan untuk mendukung digitalisasi layanan haji Indonesia yang semakin kompleks.

Pada tahun 2026, Kemenag mengumumkan integrasi SISKOHAT dengan platform Nusuk milik pemerintah Arab Saudi. Integrasi ini bertujuan untuk menyelaraskan data jamaah Indonesia dengan sistem layanan haji di Arab Saudi, termasuk akomodasi, transportasi, dan pergerakan jamaah selama ibadah. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya peningkatan kepastian layanan dan efisiensi penyelenggaraan haji secara global.

Mengapa SISKOHAT penting bagi calon jamaah haji?

Keberadaan SISKOHAT menjadi krusial karena sistem ini memastikan transparansi, akurasi data, dan kepastian antrean bagi jutaan calon jamaah di Indonesia. Dengan sistem terpusat, risiko duplikasi data, kesalahan administrasi, hingga manipulasi antrean dapat diminimalkan.

Selain itu, calon jamaah juga mendapatkan akses informasi yang lebih terbuka, seperti estimasi keberangkatan dan status pendaftaran. Hal ini penting mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah pendaftar haji terbesar di dunia, sehingga sistem digital seperti SISKOHAT menjadi tulang punggung pengelolaan yang efisien.

Aplikasi pendaftar Haji khusus untuk calon jamaah, SISKOHAT, menjadi langkah awal bagi siapa pun yang berencana menunaikan ibadah haji. Sistem ini sebuah infrastruktur digital yang menghubungkan proses administrasi, keuangan, hingga kesehatan jamaah dalam satu ekosistem terintegrasi. Dengan pengelolaan oleh Kemenag dan pengembangan berkelanjutan, SISKOHAT menjadi dasar pelayanan haji Indonesia yang lebih transparan dan terstruktur.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News