Film "Esok Tanpa Ibu" soroti perubahan peran keluarga

Update: 2026-01-24 00:20 GMT

Ilustrasi sosok Ibu dalam dunia nyata dengan berbagai sisi kemanusiaannya yang tidak tergantikan dengan teknologi AI. ANTARA/ Suriani Mappong

Elshinta Peduli

Pemerhati anak dari Lembaga Pendidikan Informasi Media Publik (LaPISMedik) H Hatita Film Esok Tanpa Ibu yang disutradarai Ho Wi-ding asal Malaysia ini menggambarkan pergeseran peran keluarga di era digital.

"Secara ideologis film ini menjadi kritik halus terhadap teknologi solutionism, yakni teknologi dapat menyelesaikan masalah manusia," kata Hatita di Makassar, Jumat.

Dia mengatakan, dari perspektif kajian komunikasi budaya adanya komunikasi yang tidak harmonis antara peran anak dan orang tua.

Kehadiran teknologi Artificial Inteligen (AI) sebagai pengganti peran orang tua khususnya Ibu secara semu, lanjut dia, tidak mampu mengabaikan peran ibu yang sesungguhnya dan manusiawi.

Karena itu, dia mengatakan film ini bukan sekedar drama keluarga namun juga narasi transisi peradaban dari keluarga biologis menjadi keluarga berbasis sistem digital.

Film dengan tiga tokoh utama untuk sosok ayah. Ibu dan anak, menunjukkan krisis keluarga modern yang ditandai dengan absennya figur ibu, lemahnya peran ayah dan munculnya teknologi sebagai subtitusi emosional yang tidak pernah benar-benar mampu menggantikan kehadiran manusia.

Sementara itu, Pengamat Komunikasi Budaya dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Dr Hadawiah mengatakan, ikatan emosi antara anak dan orang tua tidak dapat digantikan dengan teknologi AI.

"Begitu pula dengan pola hubungan komunikasi antarpersonal yang melibatkan emosi, tidak dapat dapat digantikan dengan komunikasi AI," ujarnya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News