Hukum puasa bagi musafir: panduan praktis Ramadan saat perjalanan

Pelajari hukum puasa bagi musafir, tips praktis selama perjalanan, keringanan yang diperbolehkan, dan panduan qadha puasa dengan mudah.

Update: 2026-01-28 06:50 GMT

Hukum puasa bagi musafir: panduan praktis Ramadan saat perjalanan (Sumber:freepik.com)

Elshinta Peduli

Puasa Ramadan adalah kewajiban setiap Muslim. Namun, bagi musafir atau orang yang sedang dalam perjalanan jauh, Islam memberi keringanan agar ibadah tetap bisa dilakukan tanpa membebani. Memahami hukum puasa bagi musafir penting agar ibadah tetap sah, nyaman, dan membawa keberkahan.

Dasar hukum puasa musafir

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 “Barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan, maka diwajibkan baginya puasa di hari lain

Rasulullah SAW bersabda “Allah telah meringankan kewajiban puasa bagi musafir.” (HR. Bukhari & Muslim)

Artinya, musafir diberi pilihan: tetap berpuasa bila kuat atau berbuka dan mengganti puasa (qadha) setelah Ramadan. Keringanan ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kondisi fisik dan kenyamanan umat dalam menunaikan ibadah.

Beberapa mazhab juga menekankan bahwa keputusan berbuka bisa berbeda tergantung jarak perjalanan, jenis transportasi, dan kondisi kesehatan.

Siapa yang termasuk musafir?

Musafir adalah orang yang melakukan perjalanan jauh, biasanya jarak lebih dari 48-90 km tergantung mazhab, sehingga perjalanan menimbulkan kelelahan fisik.

Musafir juga termasuk mereka yang menghadapi kesulitan fisik selama perjalanan, misalnya kendaraan yang tidak nyaman atau membutuhkan tenaga ekstra.

Perjalanan yang dimaksud adalah perjalanan penting atau berkelanjutan, bukan sekadar liburan santai. Jika syarat ini terpenuhi, musafir diperbolehkan berbuka dan mengganti puasa setelah Ramadan.

Elshinta Peduli

Misalnya, seseorang yang harus menempuh perjalanan bisnis sehari penuh atau menghadiri urusan keluarga jauh, masuk kategori musafir yang boleh berbuka.

Tips praktis puasa saat perjalanan

Rencanakan Sahur dan Buka: Bawa bekal ringan seperti kurma, roti, snack sehat, atau daging panggang/sup ringan agar tubuh tetap berenergi dan tidak mudah lelah. Pilih menu yang mudah dibawa dan tahan lama.

Manfaatkan Keringanan Secara Bijak seperti Jika tubuh lelah atau sakit, berbuka diperbolehkan. Kuncinya adalah menjaga kesehatan sambil tetap menjaga niat ibadah. Misalnya, minum air putih cukup dan hindari makanan terlalu berat saat perjalanan panjang.

Digital Helper: Gunakan aplikasi Muslim untuk mengingat jadwal qadha puasa, menunjukkan waktu imsak/berbuka sesuai lokasi, atau membayar zakat online. Bayar zakat dan catat qadha puasa jadi mudah lewat layanan digital terpercaya, cocok untuk musafir di perjalanan.

Tetap Ibadah Lain seperti shalat wajib tetap harus dilakukan meski di kendaraan. Cari waktu singkat untuk tetap khusyuk dan fokus, misalnya saat transit atau berhenti sebentar di masjid atau mushola.

Manfaat puasa saat perjalanan

Puasa saat perjalanan memberikan banyak manfaat. Secara spiritual, perjalanan sambil berpuasa melatih kesabaran, disiplin, dan meningkatkan kesadaran diri terhadap nikmat dan kesulitan yang dialami.

Secara psikologis, menghadapi rasa lapar dan lelah membantu menjaga fokus dan kontrol diri, sekaligus menguatkan mental.

Dari sisi fisik, dengan perencanaan makan yang tepat misalnya sahur dan berbuka dengan daging, sayuran, dan karbohidrat kompleks tubuh tetap bugar dan energi stabil selama perjalanan.

Secara sosial, puasa di perjalanan bisa menjadi contoh positif bagi sesama musafir, memperlihatkan kepedulian dan menumbuhkan rasa kebersamaan.

Bahkan pengalaman berbuka di perjalanan bisa menjadi momen berbagi dengan sesama musafir, misalnya membagikan makanan ringan atau kurma.

Panduan qadha puasa musafir

Catat hari yang ditinggalkan pastikan tidak ada hari puasa yang terlewat agar qadha bisa dilakukan tepat waktu.

Tentukan jadwal praktis setelah Ramadan: Pilih hari yang memungkinkan tubuh tetap fit untuk menunaikan qadha puasa.

Gunakan pengingat digital: Agar jadwal puasa qadha tidak terlupakan, gunakan aplikasi pengingat ibadah atau kalender digital.

Dengan menggunakan aplikasi ibadah digital untuk mencatat puasa qadha dan zakatmu, sehingga ibadah tetap lancar walau sedang bepergian.

Dengan tips praktis, bantuan digital, dan pemahaman spiritual, ibadah tetap maksimal, nyaman, dan diberkahi. Nutrisi yang tepat, termasuk sahur dan berbuka dengan daging dan menu bergizi, membantu tubuh tetap fit dan puasa lancar meski dalam perjalanan panjang.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News