Ericsson luncurkan software AI dorong perluasan 5G di Indonesia

Update: 2026-03-17 02:20 GMT

ilustrasi perangkat lunak Ericsson (ANTARA/HO Ericsson Indonesia)

Indomie

Penyedia jaringan teknologi Ericsson meluncurkan radio serta perangkat lunak Radio Access Network (RAN) berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu operator, termasuk di Indonesia, membangun jaringan 5G yang lebih cerdas, efisien, dan siap menghadapi masa depan.

Presiden Direktur Ericsson Indonesia Nora Wahby, mengatakan seiring dengan percepatan ekspansi 5G di Indonesia, jaringan yang cepat bukan satu-satunya prioritas, tetapi juga jaringan yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

“Dengan menghadirkan kemampuan AI langsung ke Radio Access Network, kami memungkinkan terbentuknya jaringan berperforma tinggi yang adaptif dan lebih efisien dalam penggunaan energi, sehingga dapat membantu operator di Indonesia mempercepat penyebaran jaringan sekaligus mengoptimalkan investasi jangka panjang,” kata Wahby dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Selasa.

Portofolio baru ini mencakup sepuluh perangkat radio yang siap mendukung AI, peningkatan kemampuan software RAN, serta lima antena berkinerja tinggi yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan spektrum, meningkatkan kinerja uplink, dan mempermudah proses implementasi.

Dengan mengintegrasikan kemampuan AI ke dalam lapisan hardware dan software, operator dapat mengoptimalkan sumber daya jaringan secara lebih dinamis, meningkatkan pengelolaan lalu lintas, serta mendorong efisiensi operasional. Langkah ini sekaligus mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung gelombang inovasi 5G berikutnya.

Fitur berbasis AI, seperti beamforming cerdas, prediksi jangkauan jaringan berbasis AI, serta pengelolaan mobilitas dan latensi yang lebih canggih, memungkinkan alokasi kapasitas jaringan dilakukan secara real-time berdasarkan pola penggunaan data.

Elshinta Peduli

Dengan kemampuan ini, penyedia layanan dapat memaksimalkan investasi infrastruktur sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat bagi pertumbuhan 5G yang berkelanjutan.

Kemajuan teknologi ini akan berdampak bagi pengguna yang akan menghadirkan konektivitas yang lebih konsisten dan andal, mulai dari streaming video yang lebih lancar, pengalaman bermain game seluler yang lebih mulus, hingga aplikasi real-time berbasis AI.

Di sisi lain, konektivitas yang dapat dibedakan berdasarkan latensi, kecepatan, atau tingkat keandalan juga membuka peluang bagi operator untuk menghadirkan layanan lebih beragam yang disesuaikan dengan kebutuhan segmen konsumen maupun korporasi. Hal ini sekaligus menciptakan peluang monetisasi baru di luar paket data konvensional.

“Seiring dengan meningkatnya penggunaan data dan semakin kompleksnya berbagai use case, operator membutuhkan infrastruktur yang dapat berpikir, beradaptasi, dan melakukan optimalisasi secara real-time. Dengan mengintegrasikan kecerdasan ke dalam perangkat radio, antena, dan software, kami memungkinkan jaringan yang dapat memanfaatkan spektrum secara lebih efisien, meningkatkan kinerja uplink, serta pada akhirnya menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik,” katanya.

Wahby mengatakan AI-ready RAN bukan lagi sekadar evolusi jaringan, melainkan sebuah transformasi dalam cara jaringan dibangun dan dioperasikan. Portofolio terbaru Ericsson menjawab kebutuhan yang kian berkembang, sekaligus memungkinkan ekspansi 5G yang lebih terukur dan efisien secara biaya.

Tags:    
Elshinta Peduli

Similar News